Pengaruh Penambahan Spirulina platensis Terhadap Intensitas dan Kecerahan Warna Tubuh Ikan Hias

0

Oleh : Yati Anisa Rowi
Program Studi Biologi (Bioteknologi), Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Al Azhar Indonesia
E-mail : yatianisarowi@gmail.com

Ikan hias merupakan komoditi umum yang banyak diminati masyarakat, khususnya para pecinta ikan hias, sehingga permintaan pasar selalu meningkat. Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap harga jual ikan hias adalah warna tubuhnya yang indah (Hadijah et al 2020). Beberapa jenis ikan hias yang sering ditemukan dan menjadi favorit para pecintanya adalah ikan mas koki (Carassius auratus), ikan koi (Cyprinus carpio L.), dan ikan badut (Amphiprion ocellaris). Ikan mas koki memiliki kelebihan pada bentuk, kepingan, ukuran, serta struktur  tubuh yang beragam dan warna tubuh yang bervariasi diantaranya merah, kuning, hijau, hitam, dan keperak-perakan (Noviyanti et al 2015). Sedangkan ikan koi merupakan ikan hias yang banyak diminati masyarakat karena memiliki bentuh tubuh yang menarik, serta dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi yang memeliharanya (Agustin et al 2018). Ikan koi yang paling banyak diminati dan bernilai ekonomis tinggi adalah yang memiliki warna putih merah (Utomo et al 2006). Adapun ikan badut banyak digemari karena memiliki warna dan bentuk tubuh yang menarik, dimana penampilan ikan yang menarik dapat meningkatkan nilai estetika ikan hias (Hadijah et al 2020).

Peningkatan Warna Menggunakan Karotenoid dalam Spirulina platensis

Warna ikan merupakan salah satu penentu utama tingkat estetika dan daya tarik dari ikan hias. Warna pada ikan dihasilkan oleh sel kromatofor yang berada pada kulit bagian epidermis (Noviyanti et al 2015). Kualitas warna dapat dipengaruhi dari pigmen warna yang ditambahkan dalam pakan. Pigmen warna alami yang sering terdapat dalam pakan ialah karotenoid. Karotenoid merupakan komponen alami yang membentuk pigmen warna merah dan oranye (Hadijah et al 2020). Karotenoid tidak dapat diproduksi oleh ikan, sehingga untuk meningkatkan kecerahan warna pada tubuh ikan, dibutuhkan suplemen berupa pakan yang mengandung karotenoid untuk memicu proses pigmentasi pada ikan hias (Agustin et al 2018). 

Spirulina merupakan salah satu organisme selain tanaman yang menghasilkan senyawa bioaktif karetonoid. Keunggulan penggunaan spirulina sebagai bahan tambahan pakan ikan adalah lebih efisien, tidak membutuhkan banyak lahan untuk budidaya serta produktivitasnya yang tinggi (Noviyanti et al 2015). Pemberian pakan tambahan menggunakan spirulina dapat meningkatkan kualitas warna ikan karena dapat membuat warna ikan menjadi lebih berkilau (Utomo et al 2006). Sehingga diharapkan pemberian pakan spirulina dapat meningkatkan intensitas dan kecerahan warna pada komoditi ikan hias. 

Pengaruh Penambahan  Spirulina Terhadap Warna Tubuh Ikan Mas Koki

Pada penelitian yang dilakukan oleh Noviyanti et al (2015), pengaruh penambahan spirulina terhadap warna tubuh ikan mas koki menggunakan metode dengan memberikan pakan buatan yang didalamnya sudah ditambahkan tepung spirulina sesuai dengan dosis yang digunakan. Ikan yang digunakan adalah yang berukuran kurang lebih 5 cm dengan kepadatan 7 ekor per akuarium dalam akuarium berukuran 50x49x40 cm3. Pemeliharaan dilakukan selama 60 hari dengan pengambilan sampling untuk mengetahui kenaikan intensitas warna dilakukan setiap 10 hari sekali. Konsentrasi penambahan tepung spirulina pada pakan adalah 0%, 0,3%, 0,6%, 0,9%, dan 1,2%. 

Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Andriani et al (2018), metode yang dilakukan adalah pemberian pakan komersil dengan penambahan tepung spirulina dan tepung wortel. Ikan yang digunakan adalah ikan koki jenis oranda berumur 3 bulan dengan ukuran rata-rata 5 cm. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A berupa pakan tanpa tepung spirulina dan tepung wortel, perlakuan B berupa pakan dengan tambahan tepung spirulina 8%, perlakuan C berupa pakan dengan tambahan tepung spirulina 6% dan tepung wortel 2%, perlakuan D berupa pakan dengan tambahan tepung spirulina 4% dan tepung wortel 4%, perlakuan E berupa pakan dengan tambahan tepung spirulina 2% dan tepung wortel 6%, serta perlakuan F berupa pakan dengan tambahan tepung wortel 8%. 

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Noviyanti et al (2015), konsentrasi penambahan tepung spirulina terbaik diberikan oleh konsentrasi sebesar 1,2%, dimana konsentrasi tersebut memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan intenitas warna. Sedangkan dari hasil penelitian Andriani et al (2018), warna ikan mas koki mengalami perubahan warna setelah ditambahkan perlakuan sumber karoten di dalam pakannya. Warna awal ikan mas koki sebelum diberi perlakuan tepung spirulina dan tepung wortel yaitu kuning-jingga pucat dan setelah diberi perlakuan, perubahan warna ikan lebih baik menjadi jingga-merah (Gambar 1). Tepung spirulina memberikan pengaruh peningkatan intensitas warna pada ikan mas koki dikarenakan adanya senyawa karotenoid di dalamnya. Proses meningkatnya intensitas warna diawali dengan karoten (pigmen warna) yang ada dalam pakan diserap dan dialirkan melalui aliran darah dan disimpan dalam jaringan lemak. Pigmen tersebut selanjutnya di deposit pada sel warna (kromatofora) yang terdapat dalam dermis. Kandungan lemak, protein dan karotenoid pada tepung spirulina diduga berpengaruh dengan kenaikan intensitas warna. Lemak yang terdapat pada tepung spirulina yang digunakan sebesar 3%, tetapi kandungan protein dan karotenoid yang ada cukup tinggi. Penyerapan karotenoid akan sangat meningkat apabila dicampurkan bersama lemak dalam pakan atau suplemen. Perubahan warna ikan mas koki setelah diberikan perlakuan dapat dilihat pada Gambar 1.


Gambar 1. Perubahan Wana Ikan Koki Oranda Selama Penelitian. Perlakuan paling baik dalam mencerahkan warna tubuh ikan adalah perlakuan D.  Sumber : Andriani et al (2018).

Hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna paling tinggi dan efektif untuk meningkatkan warna dalam tubuh ikan mas koki adalah perlakuan D, dengan penambahan pakan berupa  tepung spirulina 4% dan tepung wortel 4%, dan paling rendah pada perlakuan A, yaitu penambahan pakan berupa tepung spirulina 8% tanpa tepung wortel. Adanya penambahan wortel yang dikombinasikan dengan spirulina mempengaruhi hasil kecerahan warna karena adanya tambahan vitamin A yang ada pada tepung wortel. Namun hasil pengamatan warna yang berbeda pada setiap perlakuan bisa disebabkan karena ikan memiliki tingkat penyerapan yang berbeda terhadap jumlah sumber karotenoid yang diberikan.

Pengaruh Penambahan Spirulina Terhadap Warna Tubuh Ikan Koi

Penelitian yang dilakukan oleh Agustin et al (2018) menggunakan metode pemberian pakan tanpa tambahan spirulina dan dengan pakan yang ditambahkan spirulina dengan konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Berdasarkan penelitian yang  telah dilakukan, pemberian pakan dengan tambahan tepung spirulina memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kecerahan warna ikan koi. Kandungan karotenoid dalam tepung spirulina dapat meningkatkan jumlah sel kromatofor sehingga kecerahan warna pada ikan hias dapat meningkat. Perbedaan tingkat kecerahan warna pada ikan terjadi karena adanya perbedaan jumlah karotenoid yang terkandung di dalam pakan yang diberikan. Penambahan 1% tepung spirulina menunjukkan peningkatan kecerahan warna paling baik dibandingkan perlakuan lainnya termasuk kontrol, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2. Daya serap dan metabolisme ikan koi terhadap zat karoten yang terkandung dalam 1% tepung spirulina bekerja secara optimal karena kadar yang diberikan sesuai dengan kemampuan ikan untuk mensintesis karoten sehingga dapat langsung diserap seluruhnya oleh sel pigmen pada ikan koi.


Gambar 2. Peningkatan Kecerahan Warna ikan Koi pada P1 (perlakuan spirulina 1%) Ket: A=hari ke-1 ( Skor 1) dan B = hari ke-28 (Skor 8). Sumber: Agustin et al (2018).

Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Utomo et al (2006), metode yang digunakan adalah pemberian pakan berupa pasta yang dibuat melalui penggerusan pelet biasa dan dicampur dengan spirulina sesuai dengan perlakuan. Perlakuan diberikan dengan konsentrasi spirulina sebanyak 1% (1 g serbuk spirulina dalam 100 g pakan), konsentrasi spirulina 3% (3 g serbuk spirulina dalam 100 g pakan), dan konsentrasi spirulina 5% (5 g serbuk spirulina dalam 100 g pakan). Utomo et al (2006), menyatakan bahwa timbulnya warna ikan secara alami disebabkan tersedianya karotenoid dari makanan alami. Ikan hias air tawar yang diberi pakan spirulina dapat membuat warnanya menjadi lebih berkilau atau cemerlang. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar spirulina 1% memberikan pengaruh yang lebih efektif dibanding 3% dan 5%, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3. Hal ini membuktikan bahwa kadar yang lebih rendah sudah mencukupi kebutuhan ikan koi akan karotenoid yang ada dalam spirulina. Kebutuhan karotenoid pada ikan muda relatif lebih sedikit karena perubahan warna tubuhnya belum tetap.


Gambar 3. Perubahan warna ikan koi (Cyprinus carpio L.) pada akhir pemeliharaan yang diberi pakan dengan beberapa tingkat kadar Spirulina platensis. Sumber: Utomo et al (2006).

Pengaruh Penambahan  Spirulina Terhadap Warna Tubuh  Ikan Badut

Penelitian yang dilakukan oleh Hadijah et al (2020) menggunakan metode pemberian pakan buatan pelet ikan yang sudah ditambahkan tepung spirulina sesuai dengan perlakuan yang digunakan, yaitu konsentrasi tepung spirulina sebanyak 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7%. Ikan yang digunakan adalah ikan badut yang berukuran 2-3 cm dengan kepadatan 10 ekor per toples dalam toples yang bervolume 15 L. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, warna ikan badut mengalami peningkatan disetiap perlakuan. Peningkatan kecerahan warna pada ikan hias dipengaruhi oleh ketersediaan karotenoid dalam pakan, dimana karotenoid dalam tepung spirulina dapat meningkatkan kecerahan warna ikan badut. Perubahan warna ikan badut yang tertinggi terjadi pada perlakuan 2 (dosis 3%), kemudian diikuti dengan perlakuan 3 (dosis 5%), perlakuan 0 (dosis 0%), perlakuan 1 (dosis 1%), dan yang terendah perlakuan 4 (dosis 7%). Peningkatan persentasi kecerahan warna ikan badut setelah diberi perlakuan dapat dilihat pada Gambar 4. Adanya peningkatan kecerahan warna di semua perlakuan disebabkan oleh kandungan karotenoid dalam tepung spirulina yang dapat meningkatkan jumlah sel kromatofor sehingga warna pada ikan hias dapat meningkat.


Gambar 4. Kecerahan Warna Ikan Badut. Perlakuan paling baik dalam mencerahkan warna tubuh ikan badut adalah pelakuan 3%. Sumber: Hadijah et al (2020).

Walaupun grafik di atas dapat dikatakan tidak signifikan, namun penambahan 3% tepung spirulina (P2) menunjukkan peningkatan kecerahan warna yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Hal ini membuktikan bahwa perlakuan 2 (dosis 3%) sudah mencukupi kebutuhan ikan badut akan karotenoid yang ada dalam tepung spirulina. Sedangkan peningkatan warna ikan badut di perlakuan 0 (dosis 0%) tanpa penambahan tepung spirulina diduga dipengaruhi oleh adanya karotenoid lain yang terkandung pada pakan yang diberikan. Peningkatan warna pada perlakuan kontrol diduga karena di dalam pakan terdapat bahan karoten lain yang berasal dari tepung ikan yang mengandung betakaroten secara tidak langsung mempengaruhi perubahan warna pada ikan.

Daftar Pustaka

Agustin, R., Dewi, T., Malini, D. M. 2018. Pengaruh Penambahan Tepung Spirulina fusiformis Pada Pakan Terhadap Tingkat Kecerahan Warna Ikan Koi (Cyprinus carpio L.). Pro-Life5(2), 579-588.

Andriani, Y., Alamsyah, A., Lili, W., Rosidah. 2018. Effect of Dietary Supplementation of Spirulina Platensis and Carrot Meal to Enhance Color Brightness of Oranda Goldfish (Carassius Auratus). Jurnal Perikanan dan Kelautan8(1), 1-9.

Hadijah., Junaidi, M.,  Lestari, D. P. 2020. Pemberian Tepung Spirulina platensis Pada Pakan Terhadap Kecerahan Warna Ikan Badut (Amphiprionocellaris). Jurnal Perikanan Unram10(1), 41-49. 

Maharani, H. W., Noviyanti, K., Tarsim. 2015. Pengaruh Penambahan Tepung Spirulina Pada Pakan Buatan Terhadap Intensitas Warna Ikan Mas Koki (Carassius Auratus). e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan3(2), 411-416.Utomo, N. B. P., Carman, O., & Fitriyati, N. 2006. Pengaruh Penambahan Spirulina platensis Dengan Kadar Berbeda Pada Pakan Terhadap Tingkat Intensitas Warna Merah Ikan Koi Kohaku (Cyprinus carpio L.). Jurnal Akuakultur Indonesia5(1), 1-4.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.