Pengaruh Penambahan Gel Lidah Buaya (Aloe Vera) Dalam Efetivitas pada Hand Sanitizer

0

Oleh : Early Anindya Chandra
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia
Email : earlyanindyachandra@gmail.com

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh yang sangat rentan terkena infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen. Kulit pada kedua tangan manusia digunakan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, bekerja, dan aktivitas lainnya (Indriati et al., 2019). Golongan yang termasuk dalam kategori mikroorganisme patogen yang berada di kulit adalah bakteri, cendawan atau jamur tingkat rendah, ragi yang menurut sistematik masuk golongan jamur, ganggang, hewan bersel satu atau protozoa, dan virus yang terlihat dengan mikroskop elektron (Susanty et al., 2019). Tangan yang kita gunakan dalam menjalani aktivitas sehari-hari menjadi sarang atau tempat bagi banyak bakteri atau virus. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus menular dengan mudah, salah satunya melalui tangan (Martono dan Suharyani 2018).

Menurut Badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa tangan merupakan jalur utama masuknya kuman penyakit kedalam tubuh. Oleh karena itu, untuk mencegah virus dan bakteri, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun untuk menghilangkan bakteri atau virus menjadi salah satu solusi. Mencuci tangan adalah proses secara mekanis melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air (Cicaningsih dan Cahyono., 2018).

Pada era modern seperti pada saat ini dimana masyarakat disibukkan dengan berbagai kegiatan serta jadwal yang padat, sehingga membuat masyarakat sering kali lupa dan tidak memiliki waktu dalam membersihkan tangan. Dalam kondisi tertentu, orang susah mencari air ataupun sabun pembersih tangan. Keberadaan sabun dan air terkadang tidak sesuai dengan yang diinginkan (Dewi 2016). Kesibukan manusia yang menuntut adanya inovasi baru dalam menjaga kebersihan tangan dilakukan dengan adanya produk gel antiseptik tangan atau hand sanitizer. Namun, produk yang berada di pasaran masih mengandung alkohol dan triclosan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan dari aktivitas mikroorganisme. Salah satu bahan yang baik dalam membuat hand sanitizer adalah lidah buaya. (Indriati et al., 2019). 

Lidah buaya (Aloe Vera) mengandung komponen aktif yang memiliki kemampuan untuk membunuh mikroorganisme. Daging dari tanaman lidah buaya mengandung saponin dan flavonoid, disamping itu juga mengandung tanin dan polifenol. Kandungan saponin yang terdapat dalam gel lidah buaya dapat membersihkan kotoran dari kulit, melembutkan, melembabkan dan menambah kehalusan kulit (Suryani et al., 2015). sedangkan tanin dapat digunakan sebagai pencegahan terhadap infeksi luka karena mempunyai daya antiseptik dan obat luka bakar. Flavonoid dan polifenol mempunyai aktivitas sebagai antiseptik (Indriati et al., 2019). Penggunaan Lidah Buaya dalam hand sanitizer memiliki kelebihan yaitu tidak menimbulkan efek samping yang terlalu tinggi jika dibandingkan dengan hand sanitizer yang menggunakan alkohol sebagai bahan dasar (Cahyani et al., 2019). 

Pembuatan Sampel dan Ekstraksi Hand Sanitizer

Lidah Buaya yang telah dikumpulkan, kemudian dicuci menggunakan air, selanjutnya Lidah Buaya disayat, kemudian diambil daging dari tanaman lidah buaya. Krim larutan setengah padat atau kita kenal sebagai gel yang dihasilkan dimasukan ke dalam blender untuk dihaluskan. Jus tersebut disaring untuk memisahkan gel dan ampasnya. Setelah disaring diperoleh gel Aloe Vera (Cahyani et al., 2019).

Pada pembuatan Antiseptik gel Aloe vera, hal pertama yang dilakukan larutkan polygel ca sebanyak 1.2 gram ke dalam aqua DM 150 ml aduk sampai homogen. Kemudian tambahkan TEA sebanyak 1-10 tetes sambil diaduk hingga terbentuk gel. Setelah itu tambahkan Alkohol 70% sebanyak 330ml sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen. Tambahkan Propylene glycol sebanyak 20 ml sambil diaduk sampai homogen. Tambahkan parfum 10 ml sambil diaduk sampai homogen. Kemudian tambahkan pewarna secukupnya sambil diaduk sampai homogen dan dimasukan kedalam wadah tertutup (Suryani et al., 2016). 

Uji Antiseptik Sediaan Gel Hand Sanitizer

Antiseptik yang telah dibuat sebelumnya dilakukan pengujian dalam bakteri yang berada di cawan petri. Cawan petri yang telah dicuci lalu bungkus dengan kertas dan dimasukkan ke dalam autoklaf yang sudah diisi air sampai tanda batas. Pertama-tama cawan lalu masukkan ke dalam ruangan sterilisasi. Lalu sembari menunggu cawan petri disterilisasi, dibuat media untuk cawan yaitu dengan mencampurkan Nutrient Agar 2,3 gram pada 100 mL aquadest di dalam Erlenmeyer 500 mL. larutan media dipanaskan hingga mendidih dan disterilisasi menggunakan autoklaf. Setelah itu media biakan dituangkan pada tiap cawan petri dan tunggu hingga dingin. Setelah itu Gel hand sanitizer yang telah dioleskan pada tangan  sebanyak 500 µl ditempelkan pada media biakan. Tutup kembali cawan lalu masukkan ke dalam inkubator selama 24 jam dengan suhu konstan 37oC. Media biakan yang telah diinkubasi selama 24 jam kemudian dihitung jumlah koloni bakteri yang hidup didalamnya dengan menggunakan colony counter. Koloni bakteri diberi tanda dengan spidol permanen (Susanty et al., 2019).

Uji Efektivitas Lidah Buaya dalam Sediaan Gel

Hal ini dimaksud untuk menguji efektivitas penambahan lidah buaya dalam formulasi gel hand sanitizer. Pengujian ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil antara hand sanitizer yang mengandung ekstrak lidah buaya dengan gel yang tidak mengandung ekstrak lidah buaya sama sekali (hanya mengandung basis gel saja). Kedua sediaan gel antiseptik tersebut juga dibandingkan dengan tangan sebagai kontrol yang tidak menggunakan gel antiseptik sama sekali (Cahyani et al., 2019).

Tabel. 2 menunjukkan bahwa hand sanitizer yang menggunakan lidah buaya lebih efektif dalam mengurangi jumlah bakteri dibandingkan basis hand sanitizer. Hal ini membuktikan bahwa penambahan bahan aktif lidah buaya mampu membantu kinerja gel hand sanitizer mengurangi jumlah bakteri di telapak tangan manusia. Adanya aktivitas antibakteri tersebut disebabkan oleh adanya kandungan metabolit sekunder dalam lidah buaya yakni saponin, flavonoid, terpenoid, tanin, dan antrakuinon. Mekanisme saponin sebagai antiseptik diduga yaitu, saponin bereaksi dengan porin (protein transmembran) pada membran luar dinding sel mikroba, membentuk ikatan polimer yang kuat sehingga mengakibatkan rusaknya porin. Rusaknya porin menyebabkan rusaknya pintu keluar masuknya senyawa, sehingga  mengurangi permeabilitas membran sel mikroba dan akan mengakibatkan sel mikroba tersebut akan kekurangan nutrisi. Sehingga pertumbuhan bakteri terhambat dan mati. Sedangkan senyawa flavonoid membunuh bakteri dengan cara merusak dan menghancurkan dinding sel bakteri (Cahyani et al., 2019)

Uji Antiseptik Variasi Konsentrasi Lidah Buaya

Setelah mendapatkan bahwa lidah buaya dapat digunakan sebagai bahan tambahan gel hand sanitizer, dilakukan pengujian selanjutnya yaitu uji antiseptik variasi konsentrasi lidah buaya yang bertujuan untuk menentukan pada konsentrasi berapakah penambahan ekstrak lidah buaya paling efektif sebagai zat aktif yang dapat membunuh bakteri di tangan manusia. (Indriati et al., 2019). Berikut ini Pada Tabel 3 menunjukkan efektivitas variasi konsentrasi lidah buaya.

Penambahan ekstrak lidah buaya dalam larutan F1 memberikan kontribusi dalam kinerja antiseptik gel. Begitu pula pada konsentrasi lidah buaya lainnya (F2, F3, dan F4). Semakin tinggi lidah buaya yang ditambahkan, maka jumlah bakteri di tangan manusia akan semakin menurun. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa terjadinya penurunan jumlah bakteri dengan semakin meningkatnya konsentrasi lidah buaya yang ditambahkan dalam formulasi gel. Hal ini disebabkan oleh kehadiran kandungan flavonoid, tanin dan saponin pada lidah buaya. Penambahan jumlah lidah buaya mempengaruhi daya antiseptik yang dinyatakan dalam uji bakteri. Semakin banyak jumlah lidah buaya yang ditambahkan, menunjukkan jumlah bakteri yang semakin sedikit (Indriati et al., 2019).

DAFTAR PUSTAKA

Indriati, I. L., Cahyani, A., & Harismah, K. (2019). Formulasi gel Lidah Buaya dengan bahan tambahan minyak cengkeh sebagai hand sanitizer. Jurnal Edusaintek3(1):1-10.

Cahyani, A., Indriati, I. L., & Harismah, K. (2019). Uji Antiseptik Lidah Buaya dalam formulasi gel pembersih tangan dengan minyak daun cengkeh 3(2): 21-30.

Cicaningsih, A., & Cahyono, T. (2018). Komparasi Efektifitas hand sanitizer alami “AC” dan merk E terhadap penurunan angka kuman pada tangan pekerja di Labkesmas Kabupaten Banyumas tahun 2017. Jurnal Buletin Keslingmas37(3), 364-373.

Susanty, S., Hendrawati, T. Y., & Rusanti, W. D. (2019). Pengaruh penambahan gel Aloe Vera terhadap efektifitas antiseptik gel. Jurnal Teknologi12(1), 79-86.

Suryani A, Hambali E, & Hasanah K. (2015). Kajian penggunaan Lidah Buaya (Aloe Vera) dan Bee Pollen dalam pembuatan sabun OPAQUE. Jurnal Teknik Pendidikan. Vol 15(2): 40-45

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.