Mencontoh Islandia, Sebagai Negara Tersehat di Dunia Dalam Menurunkan Penggunaan Alkohol dan Tembakau Pada Remaja

0

Oleh: Arnild Augina Mekarisce

Sehat tidaknya masyarakat di suatu negara dipengaruhi berbagai faktor, baik dari pendapatan, tingkat pendidikan maupun angka kelahiran. Berdasarkan hasil evaluasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) di bidang kesehatan, World Health Organization (WHO) merilis daftar peringkat negara berdasarkan tingkat kesehatan penduduknya, dan Islandia ditetapkan sebagai negara paling sehat di dunia tahun 2016.

Islandia adalah sebuah negara yang luas wilayahnya 100.250 km2, dengan jumlah penduduk sekitar 350.000 jiwa. Islandia terletak di sebuah pulau yang dikelilingi oleh Samudera Atlantik Utara dan dekat dengan Kutub Utara.

Islandia adalah negara kepulauan yang tidak mempunyai perbatasan darat dengan negara lain di dunia. Negara terdekat Islandia adalah Norwegia di sebelah timur, Britania Raya dan Irlandia di sebelah tenggara, dan Pulau Greenland (Tanah Hijau) milik Kerajaan Denmark di sebelah barat laut dan utara. Ibu kota negara Islandia adalah Reykjavik.

Suksesnya Islandia sebagai negera paling sehat di dunia tidak terlepas dari komitmen negara dalam memprioritaskan pengendalian alkohol dan tembakau yang tertuang dalam rencana kesehatan nasional, sehingga terjadi penurunan secara signifikan terhadap tingkat penggunaan alkohol dan tembakau, yang  bahkan pada akhir 1990-an negara tersebut merupakan salah satu dari negara Eropa dengan tingkat penggunaan alkohol dan tembakau tertinggi di kalangan remaja. Saat ini, di Islandia, konsumsi alkohol bukan lagi sebuah tren di kalangan remaja. Berdasarkan data penggunaan zat adiktif pada Januari 2017 menunjukkan sebesar 5% remaja di Islandia mengonsumsi alkohol, sedangkan sebesar 47% remaja di Eropa mengkonsumsi alkohol. Dan dalam 30 hari terakhir sebesar 3% remaja di Islandia menghisap rokok tembakau setiap hari, sedangkan sebesar 13% remaja di Eropa menghisap rokok tembakau setiap hari.


Upaya seperti apakah yang dapat mengubah kebiasaan remaja di negara berpenduduk lebih dari 300 ribu dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun?

Kesuksesan Islandia mengendalikan narkoba, termasuk didalamnya terhadap alkohol dan tembakau di kalangan remaja terletak pada suksesnya program Youth yang telah diterapkan secara berkesinambungan sejak tahun 1998. Program ini dirancang untuk menurunkan penggunaan narkoba pada remaja yang berbasis pada riset ilmiah yang berkelanjutan dan selalu diperbaharui terhadap kebiasaan yang ada pada remaja melalui pemetaan program berdasarkan kuesioner yang dilakukan setiap dua tahun dari semua sekolah di negara tersebut, baik berkaitan dengan pola konsumsi, karakteristik keluarga, putus sekolah, dan masalah emosional remaja.

Langkah berikutnya adalah menganalisis data tersebut yang bekerja sama dengan sekolah, komunitas, dan pemerintah kota untuk mengidentifikasi faktor risiko utama dan perlindungan terhadap penggunaan narkoba. Selanjutnya hasil tersebut diinformasikan kepada orang tua, dikarenakan orang tua banyak menghabiskan waktu dengan anak remajanya, sehingga dapat melakukan pengawasan dan penjagaan yang lebih baik.

Direktur Youth di Islandia, menyatakan bahwa program Youth ini dimulai degan mengajari anak-anak tentang efek negatif narkoba. Namun, tindakan ini saja tidak cukup. Maka, pendekatan program Youth ini diperluas dengan menciptakan lingkungan kondusif dimana para remaja dapat mengisi waktu mereka dengan kegiatan positif, yang dapat mengurangi kemungkinan mereka mengkonsumsi zat-zat berbahaya.

Beberapa studi menunjukkan peningkatan partisipasi kegiatan positif seperti kegiatan ekstrakurikuler dan waktu yang dihabiskan bersama dengan orang tua mengurangi risiko konsumsi alkohol dan zat-zat lainnya. Oleh karena itu, Islandia menaikkan anggaran biayanya untuk penyediaan kegiatan positif remaja seperti olahraga, musik, teater, dan tari. Dan sejak 2002 anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang berjalan sendirian setelah pukul 08.00 p.m. dan remaja antara usia 13-16 tahun setelah pukul 10.00 p.m.

Keberhasilan yang diraih oleh Islandia inilah yang menjadi inspirasi dibentuknya program Youth di Eropa pada 2006, yaitu yang bertujuan untuk memperluas metode pengendalian narkoba termasuk didalamnya alkohol dan tembakau pada remaja.

Referensi:

Gunnarsdottir, Anna Lilja, dkk. 2016. Diakses dari www.landspitali.is pada 30 November 2018.

Hasballah, Kartini. 2018. Islandia, Negeri yang Airnya Terbaik d Dunia. Diakses dari http://aceh.tribunnews.com pada 30 November 2018.

Https://youthineurope.org diakses pada 3 Desember 2018.

Rahasia Islandia Memberantas Narkoba dan Alkohol di Kalangan Remaja. 2017. Diakses dari https://www.bbc.com pada 30 November 2018.

Sativa, Rahma Lillahi. Islandia Negara Paling Sehat, Indonesia Duduki Peringkat 91 Dunia. Diakses dari https://health.detik.com pada 30 November 2018. Sigurgeirsdóttir, Sigurbjörg, dkk. Iceland: Health System Review. 2014. Health Systems in Transition Vol.6 No. 6 2014 diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov pada30 November 2018.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.