KULIAH ONLINE WA GRUP BIDANG PENDIDIKAN ISNET

0

Tema                     : Pengembangan Pendidikan Menghadapi Revolusi Industri

Pemateri             : Dr. Puji Yanti Fauziah, M.Pd (Pengembangan Program Pendidikan, Dosen Universitas Negeri Yogyakarta)

Moderator          : Mimi Nur Hajizah, M.Pd (Dosen Universitas Negeri Yogyakarta)

Waktu                   : Sabtu, 30 Maret 2019; Pukul 20.00 – 21.00 WIB

MATERI

Era Industri 4.0 merupakan tantangan terbesar kita saat ini, perkembangan teknologi yang luar biasa jika kita tidak siap menghadapinya maka akan memunculkan anomali perilaku, salah satunya adalah kemunculan instagram yang ternyata memunculkan budaya narsisme, sehingga kita tidak bisa lepas dari gadget.

Dari kebiasaan dengan gadget ini, muncullah istilah IoT, Internet of Thinks yang memunculkan teknologi- teknologi pintar, smart phone, smart car, smart camera tetapi membuat kita sebagai manusia tidak bertambah smart bahkan mohon maaf mungkin membuat kita menjadi stupid people.

Media belajar juga berubah dulu guru menjadi sumber belajar satu-satunya, sekarang bisa jadi siswa kita lebih pintar karena mereka sudah belajar dari internet, dulu kita senang baca buku , anak-anak sekarang lebih senang belajar sesuatu yang atraktif, lewat video dll.

# Kita sebagai orang tua , guru, siswa jika tidak siap maka akan terjadi culture lag.

# Solusinya, saya mengambil dari buku Bernie Trlling tetang pendidikan di abad 21

Salah satu pendidikan di abad 21 adalah critical thinking and problem solving yaitu bagaimana kita belajar untuk kritis tetapi juga dapat menawarkan solusinya. Selain melalui inovasi pembelajaran, pendidikan abad 21 juga perlu mendefinisikan konsep life skill dan penekanan pada karakter.

Salah satu dampak yang muncul dari adanya era 4.0 adalah lahirnya generasi-generasi instan, yang ingin  cepat menghasilkan dan kurang memperhatikan proses, melahirkan individu yang antisosial sehingga penting sekali difokuskan karakter anak-anak generasi emas yang tangguh, cerdas dan berkatakter baik.

Generasi emas tidak hanya dihasilkan dari pendidikan formal tetapi butuh pendidikan noonformal dan informal, dalam hal ini adalah sekolah, masyarakat dan keluarga.

TANYA-JAWAB

Soal 1:

Bagaimana menurut penyaji tentang kurikulum yang sekarang ada di Indonesia. Kalau di sekolah kita sebut dengan K-13, apakah itu sudah bagian dari pembenahan untuk menuju pendidikan yang siap menghadapi revolusi 4.0? Jika ya, bagian mana yang bisa disebut dengan kecocokan kurikulum dengan 4.0? Jika belum, apakah ada rancangan kurikulum yang tepat yang bisa diaplikasikan?

Jawab:

Menurut saya kurikulum K-13 menjadi SALAH SATU UPAYA dalam pembenahan kualitas pendidikan untuk memperbaiki pola fikit LOTS ke HOT, Low order thinking skill ke Higher order thinking skills dan  menghadapi perubahan sangat tidak mudah, butuh waktu yang terkaget-kaget tidak hanya anak-anak tetapi juga guru, orangtua maupun tim pengembang kurikulum sendiri karena kita semua harus bergerak dari zona nyaman meraba-raba sesuatu yang baru dan pasti butuh waktu dan pembiasaan dan ketelatenan, baik dari temen-temen praktisi, pengambil kebijakan dan juga orangtua siswa.

Soal 2:

Menurut Ibu, skill apa yang harus dimiliki oleh seseorang untuk bisa menghadapi revolusi Industri 4.0 ? Apakah revolusi Industri melahirkan suatu teori baru? Mengapa Pendidikan abad 21 Dan revolusi industri selalu dikaitkan dengan literasi?

Jawab:

Dalam teori ERI 4.0 salah satu komponen yang sangat besar perannya adalah kita harus siap berubah, konsep literasi terbaru bukan orang yang pintar membaca tetapi orang yang siap belajar, learning how to learn, sehingga memunculkan gerakan literasi baru, multiple literacy dan memunculkan konsep-konsep baru, literasi keuangan, literasi hukum, literasi gadget dll

Soal 3:

Bagaimana menurut Ibu mengenai peran pendidikan berkualitas untuk tujuan pembangunan berkelanjutan dan menghadapi bonus demografi?

Jawab:

Ini menjadi salah satu PR terbesar kita, pendidikan kita sebenarnya sudah bagus hanya bagaimana kita dapat membuka akses untuk semua orang agar kualitasnya bisa merata, bonus demografi menjadi PR yang sangat penting, karena jika dapat dikelola dan distimulasi  dengan baik sejak dini maka akan menghasilkan generasi emas produktif yang jumlahnya luar biasa banyak, ketika negara2 maju krisis generasi negara kita surplus SDM berkualitas, sehingga harapannya bagaimana kita tidak hanya dapat mengirimkan TKI pada sektor informal tetapi juga mengirimkan TKI-TKI yang profesional ke seluruh dunia.

CLOSING STATEMENT

BLUE ARROW STRATEGY.

3 Langkah Muwujudkan Mimpi (By Ery Masruri)

  1. Ubahlah Mimpi Menjadi Visi.

Setiap org pasti punya mimpi. Bahkan tidak hanya ‘punya’ tapi  ‘banyak’ dan tinggi..setinggi langit.

Dalam setiap posisi ada mimpinya;

Sebagai suami/istri…

Sebagai org tua…

Sebagai anak…

Sebagai pimpinan

Sebagai rakyat…

Sebagai muslim…

Dan sbg lainnya..

Lalu apa masalahnya ?

Masalahnya, Mimpi jika tidak dirubah menjadi Visi dia akan terus berkembang.. mengawang awang.. menjadi ILUSI. dan ketika ilusi telah memenuhi pikiran dan hati… anda Akan FRUSTASI.

Karena anda tidak bisa lagi membedakan antara yang nyata dan Fatamorgana.

Waktu terus  anda  buang sia – sia dengn berjalan dari satu mimpi ke mimpi lainnya..melalui satu kata : “SEANDAINYA…”

Jadi pertanyaannya sekarang:

SUDAHKAN SETIAP MIMPI ANDA UBAH MENJADI VISI ?

Jika belum.. lakukan sekarang, bukan nanti.. InsyaaAlloh hidup anda akan segera berubah!

Semangat pagi..merubah mimpi menjadi Visi.

Jogja, 29 Maret 2019.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.