Metabolit Sekunder, Jumlahnya Sedikit Tapi Menakjubkan

0

Oleh: Wanda Amelia Rahma

Metabolit sekunder adalah salah satu topik yang dipelajari dalam bidang kimia organik, lebih mengupas senyawa bahan alam yang membantu kehidupan makhluk hidup. Agak terdengar asing bagi sebagian besar orang, karena selama ini yang sering kita temui adalah bahasan seputar metabolit primer seperti karbohidrat, protein, lemak, asam amino, enzim, asam nukleat yang jelas-jelas dimiliki oleh makhluk hidup. Adanya kalimat primer dan sekunder sudah menunjukkan kepada kita sekilas perbedaan diantara keduanya. Metabolit primer adalah kebutuhan utama dari makhluk hidup yang tanpanya makhluk hidup akan kesulitan untuk tetap mempertahankan hidupnya. Jumlahnya pun cukup banyak dan merata di dalam tubuh makhluk hidup walaupun presentasi jumlahnya berbeda-beda antara organisme yang satu dengan yang lainnya. Bahasan mengenai kehebatan metabolit primer dalam tubuh manusia juga sudah banyak dibahas lebih spesifiknya dalam biokimia. Akan tetapi, metabolit sekunder yang jumlahnya jauh lebih sedikit dan keberadaannya hanya terdapat pada organisme tertentu belum terlalu banyak diketahui masyarakat. Oleh karena itu pada tulisan ini sekilas akan mengangkat hal menakjuban dari metabolit sekunder.

Metabolit sekunder ditemukan secara spesifik dalam organisme tertentu dan menjadi ciri khas tersendiri bagi organisme yang bersangkutan. Fungsi dari metabolit sekunder terhadap organisme tempat dia diproduksi belum banyak diketahui namun manfaatnya untuk manusia sudah banyak dirasakan. Ada 3 alasan  mengapa metabolit sekunder diproduksi oleh suatu organisme yaitu  sebagai bentuk perlindungan diri dari musuh dengan sifat toksiknya, untuk menarik perhatian dengan sifat mudah menguap (aromanya), dan untuk menarik perhatian organisme lain dengan sifat agen pewarnanya. Tidak semua metabolit sekunder memiliki ketiga sifat tersebut, dan keberadaanya hanya ada di organisme tertentu. Sifat toksik, mudah menguap (mengeluarkan aroma tertentu), dan sifat agen pewarna itulah yang akhirnya berhasil dilirik manusia dan dimanfaatkan untuk bidang tertentu.

Jika kita mengenal buah maja dimana buah tersebut tidak dapat dikonsumsi manusia karena sifat racunnya merupakan salah satu contoh bentuk perlindungan diri dari buah maja, Ia bersifat toksik agar manusia tidak bisa memakannya. Akan tetapi, cerdiknya manusia justru memanfaatkan sifat toksik tersebut untuk membunuh  beberapa sumber penyakit yang dialami manusia. Senyawa yang memainkan peran utama dari fenomena tersebut adalah metabolit sekunder jenis flavonoid yang terdapat dalam daging buah maja. Selain fenomena menakjubkan metabolit sekunder dalam daging buah maja, adapun contoh lainnya yaitu dalam kulit jeruk. Sering kita cium aroma dari kulit jeruk yang membuat kita merasa lebih segar ketika menghirupnya. Aroma dari kulit jeruk tersebut menambah nilai jual dari jeruk tersendiri. Sifat khas dari aroma kulit jeruk tersebut justru tidak disukai oleh nyamuk sehingga manusia memanfaatkan fenomena tersebut dalam produk lotion pengusir nyamuk. Metabolit sekunder yang memainkan peran penting dalam kulit jeruk tersebut ialah limonene termasuk metabolit sekunder jenis terpenoid yang memiliki jumlah atom karbon 10. Karena rantai karbonnya yang pendek dan adanya ikatan antar molekul yang lemah sehingga limonene mudah menguap dan terekspresikan sebagai aroma yang wangi bagi manusia dan aroma yang tidak mengenakan bagi nyamuk.

Sedangkan contoh metabolit sekunder yang menghasilkan warna adalah anthocyanin, biasanya terdapat dalam bunga. Warna cantik dari bunga jadi daya tarik kepada serangga agar melakukan proses penyerbukan. Warna indah yang dihasilkan tersebut dilirik pula manusia sebagai zat warna alami. Tentu masih banyak lagi hal-hal menakjubkan lain dari metabolit sekunder yang bisa dimanfaatkan manusai dalam banyak hal. Oleh karena itu penelitian terkait metabolit sekunder ini terus berkembang apalagi Indonesia merupakan negara yang kaya keberagaman organisme. Berdasarkan fenomena ini semakin menundukkan diri kita dihadapan sang pencipta yang ilmu-Nya luar biasa. Tidak ada hal yang tidak bermanfaat yang Allah ciptakan di muka bumi ini. Senyawa yang jumlahnya sedikit dan terbatas keberadaannya saja setelah diteliti lanjut memiliki banyak khasiat bagi manusia ada yang sebagai obat tradisional penyakit-penyakit berbahaya, sebagai bahan industri, anti serangga dan bidang-bidang yang lainnya. MasyaAllah dengan segala ciptaan-Nya.

Selain fakta menakjubkan seputar kebermanfaatan dari metabolit sekunder, adapula fakta menarik perihal mekanisme pembentukkan metabolit sekunder di alam. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa bahan alam tersebut dibangun dari building blocks antara lain acetyl-CoA, shikimic acid, mevalonic acid, dan methylerythritol 4-P. Terdapat hal unik dari acetyl-Co-A yang merupakan salah satu zat penyusun metabolit sekunder. Dilihat dari strukturnya acetyl-CoA ini sama seperti struktur asetat. Pada reaksi biasa di laboratorium, kita sulit sekali mereaksikan satu asetat dengan asetat lainnya hingga membentuk perpanjangan rantai, akan tetapi alam bisa melakukannya. Struktur hidroksi dalam asetat digantikan menjadi Koenzim A (-CoA) yang merupakan gugus pergi yang baik dan mampu mereaktifkan struktur sehingga dapat bergabung dengan struktur lainnya hingga perpanjangan rantai dapat terjadi. Tujuan penulis mengangkat fenomena ini adalah untuk menunjukkan kebesaran Sang Khalik yang dapat mengaktifkan suatu senyawa yang pada keadaan normal sulit bagi manusia untuk mereaksikannya, namun Allah dengan kuasa-Nya mampu mengaktifkan suatu senyawa hanya dengan mensubtitusi satu gugus fungsi. Acetyl-CoA ini juga merupakan senyawa turunan dari proses glycolysis dalam tubuh makhuk hidup dimana acetyl-CoA akan masuk ke dalam siklus krebs dan menghasilkan banyak senyawa lainnya beberapa diantaranya adalah asam amino. Asam amino ini-pun beberapa diantaranya dapat bertranformasi menjadi metabolit sekunder. Sehingga semuanya memiliki keterakaitan satu sama lain.

Berbicara soal asam amino, penulis ingin menyinggung salah satu asam amino yang diproduksi tubuh dan menjadi terkenal dikehidupan manusia yaitu asam glutamate. Asam glutamate adalah asam amino yang dihasilkan langsung di dalam tubuh makhluk hidup, Karena kehebatan akal manusia sehingga terfikir untuk mengganti satu gugus hidroksi dalam asam glutamate dengan natrium sehingga bertransformasi menjadi senyawa natrium glutamate atau yang sering kita sebut Monosodium Glutamat (MSG)/micin dan memberikan rasa gurih pada makanan. Fenomena ini diangkat penulis bahwa satu gugus tersubtitusi bisa menghasilkan senyawa lain yang memilki karakter yang berbeda dengan sebelumnya. Maka tak heran jika jumlah senyawa kimia di alam ini sangatlah banyak dengan fungsi yang beragam. Tinggal kita sebagai manusia yang diberi akal oleh Sang Pencipta bekerja keras menemukan manfaatnya. Allah Maha Pemberi lagi Maha Menyayangi. Nikmat mana lagi yang mau kamu dustakan?

Daftar Pustaka

Dewick, P. M. 2001. Medicinal Natural Products: A Biosynthetic Appproach. 2nd edition. John Wiley & Sons

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.