Serupa Namun Tak Sama (Metanol Dan Etanol)

Oleh : Wanda Amelia Rahma

0

Akhir-akhir ini semakin sering ditemui kasus meninggalnya warga akibat meminum minuman keras (miras) oplosan yang terus merenggut nyawa. Wakil Kepala Polri Komjen Syafrudin dalam https://regional.kompas.com/read/2018/04/20/08235301/korban-tewas-akibat-miras-oplosan-di-indonesia-112-orang menyebutkan bahwa korban meninggal minuman keras (miras) oplosan secara nasional ada sekitar 112 orang.  Kurangnya informasi dan pengetahuan menjadi salah satu alasan minuman keras yang mematikan. Minuman keras (tanpa dioplos) sebenarnya juga sudah memberikan efek tidak baik kepada tubuh manusia terlebih apabila dikonsumsi terus menerus. Apalagi kini sudah banyak warga yang tanpa berbekal ilmu yang cukup, nekat untuk meramu minuman keras secara mandiri. Akibatnya justru ramuan miras oplosan tersebut menimbulkan efek negatif bagi penikmat minuman keras tersebut. Tentu banyak faktor yang mendorong warga tidak bisa lepas dari minuman keras salah satunya adalah kebiasaan pergaulan yang salah. Hal yang sangat mengkhawatirkan adalah korban tewas akibat minuman keras oplosan tersebut sebagian besar adalah kalangan pemuda dimana seharusnya mereka bekerja keras mengembangkan potensi yang dimiliki untuk memajukan bangsa Indonesia tapi justru mereka harus meregang nyawa di usia yang masih muda. 

Disebabkan beberapa alasan salah satunya asalasan ekonomi, banyak warga yang nekat meramu miras sendiri demi mendapatkan minuman keras yang murah harganya. Bermodal ilmu yang tidak cukup menyebabkan adanya kesalahan dalam penggunaan bahan baku berupa alkohol. Alkohol sendiri memiliki beberapa contoh senyawa antara lain metanol dan etanol. Secara garis besar, bentuk fisik metanol dan etanol tidak jauh berbeda namun ternyata mereka memiliki perbedaan yang luar biasa. Selama ini warga menganggap bahwa kedua senyawa tersebut sama dan hanya bersifat berbeda apabila direaksikan dengan pereaksi tertentu. Ketidaktahuan ini menyebabkan banyaknya warga yang salah kaprah menggunakan senyawa tersebut sehingga berujung pada korban meninggal dunia. Murahnya harga miras oplosan membuat warga akhirnya memilih minuman tersebut tanpa memperhatikan kandungan di dalamnya. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar dalam https://megapolitan.kompas.com/read/2018/04/10/07042931/miras-oplosan-yang-mematikan-di-jaksel-ternyata-campuran-metanol-minuman menjelaskan bahwa minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan delapan warga di Jakarta Selatan terbuat dari berbagai bahan. Salah satunya yakni zat metanol yang memicu kematian.

Alkohol yang digunakan pada minuman keras sebenarnya adalah etanol  yang dalam konsentrasi berlebih dapat memberikan efek memabukan. Apabila senyawa alkohol tersebut diganti menjadi metanol tentu akan menghasilkan reaksi yang berbeda. Apabila etanol dapat memberi efek memabukan pada konsentrasi berlebih, maka metanol dapat memberikan dampak hingga kematian pada konsentrasi berlebih. Walaupun mereka sama-sama alkohol namun memiliki hasil reaksi yang berbeda. Etanol teroksidasi di dalam tubuh menjadi acetaldehyde kemudia teroksidasi kembali menjadi anion asetat yang merupakan basa konjugasi dari asam asetat. Enzim yang membantu reaksi tersebut adalah enzim alkohol dehidrogenase. Seperti etanol, metanol juga teroksidasi di dalam tubuh menggunakan enzim yang sama hingga akhirnya terbentuk formaldehid dan asam format. Hasil reaksi dari oksidasi metanol tersebut memiliki sifat toksik yang tinggi sehingga tidak bisa diolah kembali oleh tubuh. Akibatnya pH dalam darah menurun dan perlahan akan menyebabkan kematian. Begitulah kiranya hasil reaksi yang berbeda antara etanol dan metanol. Perbedaan yang tidak bisa kita sepelekan walaupun mereka sama-sama alkohol karena bisa berakibat fatal. Sebenarnya, minuman keras yang menggunakan etanol sendiri memiliki efek buruk bagi kesehatan apalagi jika minuman keras yang diminum merupakan oplosan (minuman keras yang diracik tanpa standar yang seharusnya dan menggunakan campuran lain yang membahayakan tubuh). Islam merupakan agama yang dengan tegas melarang minuman keras untuk dikonsumsi karena akibat dari efek memabukannya yang berbahaya baik untuk dirinya dan lingkungan di sekitarnya. Sudah seharusnya kita menyayangi tubuh kita sendiri dengan menghindari makanan dan minuman yang dapat merusak sistem tubuh. Tubuh yang sehat dapat menghantarkan kita kepada kesuksesan dan kebahagiaan. 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.