Mengkaji Sifat-Sifat Virus Dalam Al-Quran Untuk Mentadabburi Isi Al-Quran

Oleh : Khairil Pahmi(1) dan H. M. Natsir Abdullah(2) (1. Dosen DIII Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram; 2. Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat)

0

A.   Pendahuluan

 Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mentadabburi ayat-ayat Al-Quran dan menghubungkan materi ilmu pengetahuan modern dengan ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an untuk memikirkan  tanda-tanda kebesaran Allah SWT di bumi ini.

Salah satu tanda kebesaran Allah SWT di bumi ini adalah Dia telah menciptakan sesuatu yang hidup dari yang mati dan menjadikan sesuatu yang mati dari yang hidup.

Allah SWT berfirman: “Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup….” (QS. Ali Imran: 27)Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup…” (QS. Ar Rum: 19).  Dalam artikel ini, penulis  akan mencoba untuk menganalisis sifat-sifat virus dalam Al-Qur’an berdasarkan kedua ayat Al-Quran tersebut karena virus memiliki sifat-sifat yang unik yakni dapat disebut makhluk hidup dan dapat  juga disebut benda mati, sehingga virus memiliki kingdom (kerajaan) tersendiri dalam sistem klasifikasi makhluk hidup modern.

B.   Sifat-Sifat Virus Menurut Sains

Virus merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang sangat unik. Kita sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT tentu meyakini bahwa hal itu sangat mudah bagi Allah SWT. Tetapi bagi para ilmuwan kafir yang lebih mengutamakan rasionalitas,  tentu mereka berpikir bahwa virus merupakan suatu makhluk hidup yang sangat rumit dan kompleks.

Sampai saat ini para Ilmuwan biologi masih dibingungkan dengan sifat virus karena keunikan dari sifat-sifatnya.Virus dapat dikatakan makhluk hidup karena virus hanya mampu melakukan perbanyakan diri hanya di dalam sel inang, sehingga disebut parasit obligat dan memiliki asam nukleat berupa DNA atau RNA.Sedangkan virus dikatakan benda mati karena virus dapat dikristalkan apabila virus keluar dari sel inang sehingga disebut juga suatu partikel. Virus bukan sebuah sel karena tidak memiliki sitoplasma dan organel sel sehingga tidak mampu melakukan proses metabolisme sendiri. Metabolisme merupakan proses reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Proses metabolisme bertujuan untuk menghasilkan cadangan makanan dan menghasilkan energi.

Walapun virus bukan sebuah sel, tetapi virus mampu menyebabkan penyakit yang sangat mematikan bagi makhluk hidup, yakni dengan “menguasai” sistem kerja sel inang.Dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi inang virus adalah bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia.

Bahkan sampai saat ini ada suatu penyakit yang menyerang manusia dan belum ditemukan obat yang efektif untuk mengobati penyakit tersebut, yakni AIDS yang disebabkan oleh HIV (Human Immuno Virus) dan penyakit tersebut merupakan penyakit yang sangat mematikan.Beberapa jenis penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus adalah kanker, influenza, cacar, rabies, campak, demam berdarah dengue, dan lain-lain.

C.   Ayat-Ayat yang Berhubungan Dengan Sifat-Sifat Virus Dalam al-Qur’an

Ayat-ayat yang berhubungan sifat-sifat virus  adalah QS. Al Baqarah ayat 26, QS.Ali Imran ayat 27, dan QS.Ar Rum ayat 19.

Al Baqarah ayat 26

Arti QS. Al Baqarah ayat 26 adalah “Sesungguhnya Allah tidak  segan membuat perumpaan seekor nyamuk atau yang lebih dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan, tetapi mereka yang kafir  berkata, “Apa maksud Allah dengan dengan perumpaan ini”…(QS. Al Baqarah: 26).

Arti dalam bahasa inggris, yakni “Allah  disdains not to use The similitude of things, Lowest as well as highest. Those who believe know That it is truth  fromtheir Lord; but those who reject faith say: What means Allah by this similitude?…..”(Surah 2: Al Baqarah: 26).

Tafsir QS. Al Baqarah ayat 26

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat atau mengambil perumpaan seekor nyamuk, yakni serangga kecil atau yang lebih atas dari itu, artinya yang lebih besar dari itu, maksudnya Allah hendak mengabaikan hal-hal tersebut, karena mengandung hukum yang perlu diterangkan-Nya (Syaf dan Abubakar, 1990).

Tafsir dalam bahasa inggris: The word for “the lowest” in the original Arabic means a gnat, byword in the Arabic language for the weakest of creatures. In 29: 41, which was revealed before this surah, the similitude of the Spider was used, and similarly in 22: 73, there is similitude of the fly. For similitudes  taken from magnificent forces of nature, expressed  in exalted language. To Allah all His creation  has some special meaning appropriate  to itself, and some of what we consider the lowest creature have wonderful aptitudes, e.g., the spider or the fly (Terjemahannya adalah: kata-kata “Ba’udhah” dalam hal ini diartikan dengan “The lowest”  yang dalam bahasa Indonesia diartikan “paling rendah”, tetapi di dalam bahasa arab diartikan dengan sebuah “agas yang suka menggigit”, sedangkan di dalam pepatah bahasa arab diartikan “makhluk yang paling lemah”. Di dalam QS.29: 41 Allah SWT menggunakan perumpaan laba-laba, sedangkan di dalam QS.22: 73, Allah SWT menggunakan perumpaan lalat.Perumpaan ini diambil dari kekuatan alam yang sangat menakjubkan, dinyatakan dalam bahasa yang agung.Sungguh Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan sangat tepat dan beberapa dari makhluk paling rendah tersebut mempunyai kecerdasan yang menakjubkan, seperti laba-laba dan lalat) (‘Ali, 1989).

Ali Imran ayat 27 dan QS. Ar Rum ayat 19

Arti QS. Ali Imran ayat 27 adalah “Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau Masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup…. ” (QS.Ali Imran: 27), sedangkan arti QS. Ar Rum ayat 19 adalah Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup… (QS. Ar Rum: 19).

Tafsir QS.Ali Imran ayat 27 dan QS. Ar Rum   ayat 19

Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, misalnya manusia dari sperma dan burung dari telur (Syaf dan Abubakar, 1990).

Demikian pula masalah kehidupan dan kematian, yang masing-masing merambat pada yang lain dengan perlahan dan bertahap.  Setiap detik yang melewati suatu makhluk hidup, pada saat itu merambatlah kematian kepada sisi kehidupan. Kematian memakan kehidupan, tetapi pada waktu yang sama terbentuk kehidupan baru. Saat sel-sel kehidupan mati dan musnah, maka sel-sel kehidupan  baru pun tumbuh dan beraksi. Setiap ada yang musnah karena mati maka ada yang kembali dalam putaran lain menuju kepada kehidupan. Setiap ada yang muncul sebagai sesuatu yang hidup, ia akan kembali dalam putaran lain menuju kepada kematian (Yasin dkk, 2001).

D.   Analisis Sifat-Sifat Virus Dalam QS. Al Baqarah ayat 26

Dalam QS. Al Baqarah ayat 26 Allah SWT menyebut kata “ba’udhah” yang dalam bahasa Indonesia diartikan “seekor nyamuk” dan dalam bahasa inggris diartikan “the lowest of creature” dan oleh ahli tafsir kata-kata tersebut dihubungkan  dengan “suatu makhluk yang sangat lemah dan memiliki kecerdasan yang menakjubkan”. Terkait dengan hal tersebut, dalam hal ini penulis menghubungkan kata-kata “bau’dhah= the lowest of creature =suatu makhluk yang sangat lemah dan memiliki kecerdasan yang menakjubkan” dengan sifat-sifat virus. Virus memiliki ukuran yang sangat kecil dan lemah karena virus memiliki ukuran antara 27 nm, seperti bakteriofage sampai 300 nm, seperti poxyvirus(1 nm=10-9 m =0.000000001 m) dan virus menggantungkan semua kebutuhan untuk bertahan hidup pada sel inang. Walaupun virus sangat kecil dan lemah, tetapi virus memiliki kecerdasan yang luar biasa. Salah satu contohnya adalah  virus HIV. Kecerdasan yang dimiliki oleh virus HIV ini, yakni virus ini mengetahui sel T (sel lymfosit T) yang merupakan sel pertahanan tubuh manusia yang paling utama. Apabila sel T ini dihancurkan, maka akan hancur pula seluruh sistem pertahanan dalam tubuh manusia.

E.   Analisis Sifat-Sifat Virus dalam QS. Ali Imran ayat 27 dan QS. Ar Rum ayat 19

Dalam QS.Ali Imran ayat 27 dan QS. Ar Rum ayat 19 Allah SWT menjelaskan tentang “pengubahan sesuatu yang hidup dari yang mati, dan pengubahan sesuatu yang mati dari yang hidup”. Dalam hal ini, penulis menghubungkan ayat tersebut dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh virus.Virus bisa dikatakan makhluk hidup dan bisa juga dikatakan benda mati.Virus dikatakan makhluk hidup karena virus ini memiliki asam nukleat berupa DNA atau RNA dan dilingkupi oleh selubung yang disebut kapsid sehingga mampu melakukan perbanyakan diri di dalam sel inang.Tetapi virus ini bisa dikatakan benda mati karena virus ini mampu dikristalkan apabila berada di luar sel inang sehingga para ilmuwan menggolongkan virus sebagai partikel.

 

DAFTAR PUSTAKA

‘Ali, A.Y. 1989. The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary. Maryland: Amana Corporation.

Syaf, M. dan B. Abubakar. 1990. Terjemah Tafsir Jalalain Berikut Asbaabun Nuzul.Diterjemahkan dari I.J. Al-Mahally dan I.J. As-Suyuthi.1990.Tafsir Jalalain. Bandung: Penerbit Sinar Baru Bandung.

Syamil Al-Qur’an. 2005. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: PT. Syaamil Cipta Media.

Yasin, A., dkk. 2001. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an: Di Bawah Naungan Al-Qur’an (Permulaan Surah Ali Imran: 1-168) Jilid 3. S. Quthb. 1992. Fi Zhilalil Qur’an. Jakarta: Gema Insani.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.