Kajian Integrasi Sains dan Islam HIMMPAS feat BSC IPB

Oleh : Masyitah As Sahara

0

HIMMPAS feat BSC IPB mengadakan Kajian Integrasi Sains dan Islam dalam bentuk Ramadhan Talk dengan Tema, Be an Inspiring Moslem Scientist : Ibadah menggetarkan langit, Prestasi mengguncang dunia

Barangsiapa yang menghadiri majelis ilmu di bulan Ramadhan, maka setiap langkah telapak kakinya dicatat sebagai ibadah oleh Allah SWT dan kelak bersamaku di naungan Arsy” (Anas Bin Malik)

Bulan Ramadhan merupakan bulan madrasah yang di dalamnya senantiasa diisi dengan aktivitas keilmuan. Aktivitas keilmuan inilah yang akan menjaga pemikiran untuk selalu istiqomah dalam keloyalan kepada Allah SWT, karena ilmu menjadi motor penggerak pemikiran dan aktivitas manusia. Tinggi rendahnya martabat manusia ditentukan oleh faktor ilmu. Oleh karena itu mencari ilmu selayaknya lebih semarak di bulan suci karena inilah momen menjalankan dua kewajiban istimewa yang berimplikasi positif untuk kebiasan-kebiasan berbudaya ilmu setelah Ramadhan.

Mahasiswa pascasarjana merupakan masyarakat ilmuwan yang dalam keseharian aktivitasnya merupakan kegiatan pengembangan kapasitas keilmuan sesuai dengan bidangnya melalui serangkaian proses berpikir dan analisis dengan lama studi yang singkat yaitu dua – tiga tahun. Namun, dengan aktivitas tersebut yang cukup padat tidak jarang kemudian banyak yang lalai dalam menjalankan kewajiban sebagai hamba kepada Allah SWT, tak terkecuali di bulan Ramadhan. Di dalam bulan Ramadhan, mahasiswa pascasarjana nampak mengalami dilema antara kewajiban memenuhi hak perkuliahan dengan kewajiban sebagai hamba sehingga lalai dalam beribadah.

Melihat fenomena tersebut, Bogor Science Club (BSC) bersama Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS) IPB merasa perlu mengadakan suatu kegiatan yang dapat menyajikan bahasan terkait manajemen waktu serta tips dan trik agar sukses dalam akademik dengan tetap maksimal dalam ibadah di bulan Ramadhan dalam bentuk kajian keilmuan spesial Ramadhan. Program ini merupakan program kerja Departemen Keilmuan HIMMPAS yang dalam pelaksanaannya di luar bulan Ramadhan disebut “Kajian Integrasi Sains dan Islam” yang selanjutnya disingkat KISI.

KISI merupakan kajian yang mengangkat suatu tema terkait dengan bidang keilmuan/profesi yang digeluti mahasiswa pascasarjana IPB dan selanjutnya dikaji dalam konteks Islam.  Kajian ini dirancang dengan mengacu pada sasaran akhir yaitu pemahaman yang baik tentang Alqur’an sebagai sumber inspirasi segala ilmu yang pada akhirnya menjadikan sifat profesionalisme bersifat duniawi dilandasi dengan adanya pengetahuan dasar tentang Ketuhanan. Dengan adanya sinergitas antara agama dan ilmu pengetahuan secara konsisten maka akan menghasilkan sumber daya yang handal dalam mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dengan diperkuat oleh spiritual yang kokoh dalam menghadapi kehidupan.

KISI spesial Ramadhan ini disajikan dalam bentuk Ramadhan Talk yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Juni 2018 bertempat di Ruang Diskusi Pascasarjana IPB dengan mengangkat tema Be an Inspiring Moslem Scientist : Ibadah menggetarkan langit, Prestasi mengguncang dunia. Acara dihadiri oleh pengurus kedua lembaga kemahasiswaan pascasarjana serta mahasiswa pascasarjana IPB lainnya sejumlah 48 orang. Acara ini diharapkan dapat memberikan motivasi agar proses studi dapat berjalan dengan baik bagi mahasiswa pascasarjana IPB. “Kita berharap peserta yang hadir memiliki semangat yang tinggi untuk berprestasi selama studi di IPB dengan tetap menjaga ibadahnya di bulan Ramadhan”, ungkap Eka sebagai salah satu panitia penyelenggara acara.

Bertindak sebagai pemateri, Dr Rahmad Fadhil, M.Sc yang merupakan lulusan program Doktoral IPB dengan masa studi tercepat (5 semester) memaparkan perjalanan studi beliau di IPB. Peraih IPK sempurna 4,00 ini juga menjelaskan makna kesuksesan hidup dalam pandangan Islam. “Sejatinya, bukanlah gelar yang tinggi, tetapi anak solih dan solihah yang akan senantiasa menjadi kebanggaan dan investasi bagi orang tuanya”, ungkap beliau mengawali materinya.

Selain itu, dosen Universitas Syiah Kuala – Aceh ini juga memiliki segudang prestasi selama studi. Diantara prestasi tersebut adalah publikasi terbanyak yaitu 15 artikel yang sebagian besarnya di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus pada Q2 dan Q3. Menurut Dr Rahmad, sukses ini dicapai melalui tiga kunci, yaitu kerja keras karena sejatinya perjalanan studi tidak semulus perencanaan, kedua adalah strategi untuk mengenali peluang dan tantangan serta doa. “Doa adalah cara yang mampu meringankan jalan yang ditempuh dan dengannya mampu mengubah takdir”, pungkasnya.

Acara berlangsung selama tiga jam yang ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian doorprize kepada tiga peserta. Doorprize diberikan kepada first comer, peserta paling aktif serta pemenang IG challenge dengan postingan foto dan caption  terbaik pada akun instagram BSC dan HIMMPAS.

 

Ramadhan, bukanlah ajang memupuk rasa malas sembari menggali alasan menunda kinerja-kinerja produktif.

Ramadhan, bukan pula rutinitas sahur kemudian membiarkan siang berlalu sembari menunggu berbuka.

Ramadhan, bukan pula sekedar menambah rakaat sholat kita, menambah tilawah Alquran kita.

 

Tapi,

Ramadhan adalah titik awal, agar kita menjadi pribadi baru.

Takwa, gelar dari Allah

Pribadi bersahaja penilaian manusia, dan

Diri yang produktif atas penilaian sendiri

 

Ramadhan adalah bekal sukses

Ramadhan adalah program tarbiyah

Ramadhan adalah bulan pertaubatan

Di Ramadhan, kerja disusun, strategi dicanangkan serta doa dipanjatkan setiap saat.

 

Ramadhan adalah momentum, untuk menyusun rencana-rencana yang seratus persen matang, tindakan penuh kemantapan dan evaluasi yang terus berkala setiap malam.

Ramadhan adalah momentum, agar ibadah menggetarkan seisi langit, namun prestasi mengguncang dunia.

 

#KeilmuanHIMMPASipb

#2018

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.