Mantapkan Pilihan Untuk Studi Lanjut

Oleh : Intan Nurfianty Amalia (Alumni Universitas Sebelas Maret)

0

Kelulusan menjadi momen yang paling ditunggu oleh para pejuang sarjana. Ada rasa bangga dan haru yang muncul ketika menghadirkan kedua orang tua dimomen wisuda. Terbayarkan sudah perjuangan orang tua dalam menghantarkan impian kita. Lantunan doa yang terucap dalam lisan mampu menembus pintu langit untuk membayar impian kita. Namun bagi kita para wisudawan, sudahkah bersiap untuk menyongsong dunia pasca kampus? Begitu banyak pilihan masa depan yang terhadirkan setelah wisuda sarjana. Akankah kita memilih untuk bekerja, studi lanjut, atau menikah? Setiap pilihan memiliki konsekuensi. Tak ada yang salah dengan pilihan, yang terpenting adalah bertahan dengan tantangan dan bertanggung jawab dengan segala resiko yang menjadi pilihan.

Pada saat ini arus globalisasi sudah tidak terbendung untuk masuk ke Indonesia. Dunia saat ini memasuki era revolusi industry 4.0 yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau lebih dikenal dengan fenomena disruptive innovation (sumberdaya.ristekdikti.go.id). Dengan demikian, kita harus bijak dalam mengambil keputusan untuk menentukan pilihan masa depan. Kita sebagai generasi muda akan menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah selayaknya membekali diri dengan ilmu. Kita bisa memperdalam spesifikasi keilmuan dengan studi lanjut.

Saat ini pemerintah telah memfasilitasi berbagai jenis beasiswa untuk studi lanjut. Beasiswa bisa didapatkan oleh siapapun mereka yang berhak mendapatkan. Tugas kita adalah memantaskan diri bahwa kita berhak untuk mendapatkan beasiswa itu. Dalam memperjuangkan beasiswa tidak cukup dengan nilai akademis saja yang tinggi. Kita harus memiliki added value diantaranya penguasaan bahasa asing, kemampuan leadership, serta keterampilan untuk menulis. Adapun beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah diantaranya ada LPDP dan BU. Jika kita ingin berburu beasiswa luar negeri ada beberapa negara yang sering memberikan beasiswa diantaranya Turki (Turkish Government Scholarship), Jepang (Monbukagakusho), Australia (ADS), Inggris (Chevening Award), USA (Fulbright, Ford Foundation), New Zealand (NZAID/NZIDRS), Germany (DAAD), Holland (STUNED/NEC/NUFFIC), Eropa (Erasmus Mundus-Belgium-Holland), Hongaria (CEU), dan sebagainya. Maksimalkan ikhtiar untuk memperjuangkan beasiswa. Jika Allah belum meridhoi kita untuk mendapatkan beasiswa, percayalah Allah sudah siapkan rezeki dari jalan yang lain. Kita meniatkan dengan tulus untuk mencari ilmu, maka Allah yang akan mengatur masalah finansial. Studi lanjut bukan sebatas untuk menambah panjang nama dengan gelar yang kita dapatkan. Jadikan studi lanjut sebagai sarana untuk menggapai ridho Allah. Insyaa Allah akan dipermudah jalan kita dalam menjalaninya.

Studi lanjut tidak menjamin kita mendapatkan pekerjaan. Ada hal lain yang perlu kita persiapkan untuk menghadapi dunia pasaca kampus. Kita harus memiliki jaringan yang luas untuk bersaing di dunia pasca kampus. Jaringan bisa kita dapatkan diantaranya dengan bergabung dengan organisasi atau komunitas yang ada di kampus. Dengan bergabung bersama organisasi atau komunitas, kita bisa berinteraksi dengan banyak orang dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Sehingga bisa menambah pengalaman dan wawasan yang suatu saat akan kita butuhkan pada kehidupan pasca kampus.

Jadilah generasi masa kini yang siap dengan tantangan di setiap pilihan. Tantangan tidak untuk dihindari melainkan untuk ditaklukkan. Luruskan niat dan mantapkan langkah untuk mengambil studi lanjut. Studi lanjut menggambarkan ketahanan kita dalam berjuang. Teruslah berjuang menjadi generasi emas yang bisa berkarya dan memberikan kontribusi untuk Indonesia.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.