Pengawetan Mikroba Dengan Metoda Pengeringan- Bekuan (Freeze Drying )

Oleh : Muhammad Rokhim

0

Banyak metoda pengawetan mikroba antara yang satu dengan yang lainya mempunyai perbedaan, pemilihan metoda yang akan digunakan harus disesuaikan dengan tujuan dan pemanfaatan dari pengawetan mikroba tersebut. Faktor lain yang juga mempengaruhi dalam pengawetan mikroba adalah fasilitas yang ada yang meliputi peralatan, bahan dan sumberdaya manusianya. Selain itu juga perlu dipertimbangkan kebutuhan mikroba dan kecenderunganya, kebanyakan koleksi biakan lebih cenderung kepada pertimbangan kebutuhan galur (strain) dari pada fasilitas alat dan bahan.

Semua metoda pengawetan mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu meberikan penekanan atau pengurangan pada faktor-faktor yang menunjang kegiatan metabolisme mikroba sehingga kegiatan metabolisme mikroba terhambat atau terhenti untuk waktu tertentu. Beberapa perlakuan yang sering digunakan dalam pengawetan mikroba adalah dengan cara penurunan suhu ( pengawetan dengan sistem pembekuan), pengurangan udara ( pengawetan dnegan sistem pengeringan ) dan sistem pengaturan kondisi gas ( pengawetan dengan sistem penutupan minyak parafin).  Pada artikel kali ini akan diulas pengawetan dengan menggunakan metoda yang memiliki tiga macam perlakuan seperti yang telah disebutkan yaitu metoda pengeringan-bekuan (freeze drying).

Pengawetan mikroba dengan metoda pengeringan-bekuan ( freeze drying ) merupakam metoda pengawetan yang berteknologi tinggi, melalui proses sublimasi tetapi realtif sangat mudah dalam pengoprasianya. Keunggulan dengan menggunakan metoda ini adalah produk awetan dapat bertahan dalam waktu yang lama (bertahun-tahun) dan dikemas dalam kemasan praktis serta tidak memerlukan perlakuan khusus dalam penyimpanan sehingga sangat memeudahkan dalam pendistribusianya.

Tujuan dari pengawetan dengan menggunakan metoda pengeringan-bekuan (freeze drying) adalah menghasilkan awetan mikroba dalam bentuk kering beku yang dikemas dalam wadah tertutup dan hampa udara.  Awetan mikroba ini mampu bertahan hidup bertahun-tahun, bahkan melalui metoda ini ada beberapa mikroba yang mampu bertahan selama 20-40 tahun.

Metoda pengawetan mikroba pengeringan-bekuan (freeze drying) sangat cocok untuk mengawetkan beberapa jenis bakteri, khamir, kapang yang berspora serta virus. Namun tidak cocok untuk mengawetkan jenis kapang yang tidak berspora, ganggang, protozoa, sel mamalia dan bakteri tertentu.

Ada dua metoda dalam pengeringan-bekuan yang dibedakn menurut tahapan perlakuanya yaitu sebagai berikut:

  1. Metoda sentrifugasi, yaitu suspensi mikroba yang dipusing untuk menghindari terjadinya gelembung-gelembung udara ketika berlangsung proses pengisapan sampai suspensi menjadi beku, yang kemudian terjadi proses sublimasi.
  2. Metoda prapembekuan, yaitu suspensi mikroba dibekukan terlebih dahulu lalu dilakukan proses pengisapan, kemudian proses sublimasi.

Prinsip pengeringan-bekuan adalah sebagai berikut: Larutan mikroba dibekukan dan kandungan airnya dikeluarkan atau dikurangi dengan cara sublimasi, yaitu penguapan langsung dari bentuk es menjadi gas uap. Pada proses ini akan terbentuk kristal-kristal es yang mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi elektrolit dan proses ini akan memindahkan air dari protein dan DNA sehingga akan merusak sel-sel mikroba. Maka untuk menghindari kerusakn ini, maka suatu medium pelindung berupa pelarut perlu ditambahkan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.