Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi

Oleh : Uriah Albar

0

Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya yang cukup potensial, yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi organisasi maupun pengembangan dirinya. Sumber daya manusia dianggap semakin penting peranannya dalam pencapaian tujuan. Istilah “manajemen” mempunyai arti sebagai kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya managemen (mengelola) sumber daya manusia.[1] Beberapa teori manajemen sumber daya manusia menurut beberapa ahli, diantaranya: a). Menurut Hall T. Douglas dan Goodale G. James baha Manajemen sumber daya manusia adalah: “Human Resource Management is the prosses through hican optimal fit is achieved among the employee, job, organization, and environment so that employees reach their desired level of satisfaction and performance and the organization meets it’s goals”.[2] b). Menurut Edin Flippo manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.[3] c). Sedangkan menurut Malayu Hasibuan manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja, agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan.[4] d). Menurut Bashir Barthos manajemen sumber daya manusia timbul sebagai suatu masalah baru pada dasar 1960-an. Manajemen sumber daya manusia mencakup masalah-masalah yang berkaitan dengan pembinaan, penggunaan, dan perlindungan sumber-sumber daya manusia baik yang berada dalam hubungan kerja maupun yang berusaha sendiri.[5] d). Menurut Amin Widjaja Tunggal manajemen sumber daya manusia adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan rekrutmen, penempatan, pelatihan, dan pengembangan anggota organisasi.[6] e). Menurut T. Hani Handoko Manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai  tujuan-tujuan individu maupun organisasi.[7]

Selain beberapa terori yang telah dikemukakan oleh para ahli diatas, salah satunya untuk mencapai sumber daya manusia yang baik maka perlu perencanaan, Perencanaan itu sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan-keperluan tenaga kerja baik secara kuantitas maupun kualitas untuk suatu periode waktu yang pasti dan menentukan bagaimana keperluan-keperluan ini dapat terpenuhi.[8] Perencanaan sumber daya manusia merupakan langkah-langkah tertentu yang diambil oleh manajemen yang lebih menjamin bagi organisasi untuk tersedia tenaga kerja yang tepat dalam menduduki berbagai kedudukan, jabatan dan pekerjaan yang tepat.[9] Seperti yang dikutip oleh Dale Yoder  dalam menpower planning seperti hal berikut: a). Kwantitas dan kualitas tenaga kearja, tenaga kerja yang cukup dan tepat, penyediaan suplai tenaga kerja yang cakap, memastikan penggunaan tenaga kerja yang efektif.

Dalam penyusunan perencanaan tenaga kerja, ada dua aktivitas yang harus dilakukan. Kedua hal tersebut adalah menetapkan kebutuhan tenaga kerja dan menentukan suplai tenaga kerja. Untuk dapat menentukan kebutuhan tenaga kerja pada masa depan, maka pertama-tama harus dapat ditentukan rencana strategis perusahaan dan perkiraan tingkat kegiatan masa yang akan datang. Ada empat cara memperkirakan kebutuhan tenaga kerja, yaitu: 1) penilaian manajerial 2) analisis rasio kecendrungan 3) work study 4) analisis keahlian dan keterampilan.[10]  Suplai tenaga kerja dapat ditentukan melalui perkiraan suplai internal dan perkiraan suplai eksternal. Perkiraan suplai tenaga kerja yang mungkin dapat tersedia didalam perusahaan akan suplai internal dapat diperkirakan berdasarkan pada: 1) analisa sumber daya yang ada, 2) analisa pemborosan, 3) penilain perubahan dalam kondisi kerja dan absensi, 4) perkiraan hasil program pelatihan.[11]

Proses manajerial berlangsung mulai dari peramalan, kemudian kepenyusunan program dan akan diakhiri oleh evaluasi dan control. Masukan dari proses manajerial diperoleh dari system data kepegawaian, serta keluarannya berupa pengesahan rencana pelaksanaan. Umumnya, proses perencanaan sumber daya manusia mencakup tiga kegiatan yang satu sama lain merupakan urutan yang tidak dapat dibalik, yaitu: peramalan (forecasting), penyusunan program (programing), dan evaluasi dan pengendalian.[12] a). Peramalan (forecasting) kegiatan pada dasarnya adalah melakukan estimasi kebutuhan akan sumber daya manusia yang diperlukan oleh organisasi (labor demand), estimasi jumlah tenaga kerja yang tersedia di dalam dan di luar organisasi, dan melakukan rekonsiliasi antara labor demand dan demand suplly. b). Penyusunan program (programing) mencakup, kegiatan perumusan tujuan, penetapan berbagai alternative program, menyusun strategi untuk memperoleh tenaga kerja, dan merencanakan tindakan yang akan diambil. d). evaluasi dan pengendalian merupakan kegiatan untuk menilai apa-apa yang telah dilakukan pada tahap pertama dan kedua, kemudian diumpan balikkan kepada pengesahan rencana pelaksanaan. Kesemua kegiatan tersebut hanya bisa berjalan secara efektif jika ditunjang oleh data kepegawaian yang lengkap.

Setelah perencanaan dan program-program disusun dan ditetapkan, perlu dibentuk organisasi yang akan melaksanakan program-program tadi. Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan oleh karena itu manajer personal harus membentuk satu organisasi dengan merancang struktur yang menggambarkan hubungan antara tugas-tugas antar pegawai dan antar faktor-faktor fisik. Faktor untuk mendukung pembentukan organisasi maka perlu pengarahan dan pengendalian kegiatan-kegitan yang akan dilaksanakan yaitu: a). Pengarahan disebut juga dengan pemberian motivasi atau pemberian komando agar pegawai mulai bekerja. Pada dasarnya fungsi ini akan menumbuhkan kemauan pegawai untuk mulai bekerja secara aktif. b). Pengendalian kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan dalam proses pengendalian berupa observasi terhadap kegiatan-kegiatan perencanaan disamping itu juga koreksi-koreksi terhadap penyimpangan yang terjadi selama rencana sedang dilaksanakan.[13]

 

Daftar Pustaka

Amin Widjaja Tunggal, 1993, Manajemen Suatu Pengantar, Rineka Cipta, Jakarta

Basir Barthos, 1990, Manajemen Sumber Daya Manusia Suatu Pendekatan Makro, PT Bumi Aksara, Jakarta

Drs. M. Manullang, Manajemen personalia, gajah mada university press,

Hall T. Douglas. & James Goodale G, 1986, Human Resources Management, Strategy, Design and Impelementation,  Scott Foresman and Company, Glenview

Malayu Hasibuan S. P, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia  PT. Bumi Aksara.Jakarta

Hani Handoko, 2001 Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia Edisi 2, BPFE Yogyakarta

John Westerman,Pauline Donoghue pengelolaan Sumber Daya Manusia Bumi Aksara:Jakarta

Justine T. Sirait, 2006, Memahami aspek-aspek pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi, Gramedia

Justine T Sirait,M.B.A. 2006, Memahami Aspek-Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. PT.Gramedia,Widia Sarana Indonesia Jakarta

Veithzal Rivai, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

 

[1] Veithzal Rivai, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik, (PT Raja Grafindo Persada, Jakarta 2005) hal 1

[2] Hall T. Douglas. & James Goodale G, Human Resources Management, Strategy, Design and Impelementation, (Scott Foresman and Company, Glenview, 1986) hal 6

[3] Malayu Hasibuan S. P, Manajemen Sumber Daya Manusia ( PT. Bumi Aksara.Jakarta 2000) hal 11

 4 Basir Barthos, Manajemen Sumber Daya Manusia Suatu Pendekatan Makro, (PT Bumi Aksara, Jakarta, 1990) hal1

[6] Amin Widjaja Tunggal, Manajemen Suatu Pengantar, (Rineka Cipta, Jakarta, 1993) hal 250

[7] T. Hani Handoko, Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia Edisi 2,(BPFEYogyakarta,

2001) hal 4

[8] John Westerman,Pauline Donoghue pengelolaan Sumber Daya Manusia (Bumi Aksara:Jakarta) hal 196

[9] Drs. M. Manullang, Manajemen personalia, gajah mada university press, hal 27

[10] Drs. M. Manullang, Manajemen personalia…..hal 30

[11] Ibid.hal 31

[12] Justine T. Sirait, Memahami aspek-aspek pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi.(Gramedia,2006) hal 20-21

[13] Justine T Sirait,M.B.A.Memahami Aspek-Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. PT.Gramedia,widia sarana Indonesia jakarta 2006 hal.5

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.