Mahasiswa FP UNS Ajari Ibu-Ibu Pati Mengolah Potensi Lokal

Oleh : Eksa Rusdiyana

0

Tim mahasiswa Fakultas Pertanian UNS yang terdiri dari Jamiatun, Nurul Wahidah Rahmatika, Abida Khoirul Marati, Salwa Nur Aribah, dan Dwi Puti Jeng Ivo Senin-Selasa (1-2 Mei) memberikan pelatihan kepada Ibu-Ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Wijaya Kusuma, Desa Jimbaran, Margorejo, Pati mengolah potensi lokal bandeng dan ubi kayu. Dua potensi lokal tersebut selama ini masih dijual dalam bentuk segar tanpa olahan. Hal ini menginspirasi Jamiatun dan timnya untuk memberikan sentuhan peningkatan nilai ekonomi pada kedua potensi tersebut. Melalui proposal kegiatan pengabdian masyarakat berjudul “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Wijaya Kusuma Desa Jimbaran, Margorejo, Pati Melalui Diversifikasi Pangan Fungsional Berbasis Ubi Kayu dan Bandeng” tim tersebut berhasil memenangkan hibah Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) tingkat nasional yang didanai Kemenristek DIKTI.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari kemarin merupakan kegiatan pembuka dalam rangkaian program tersebut. Pada pelatihan selama 2 hari peserta pelatihan diberi penyuluhan tentang potensi lokal bandeng dan ubi kayu serta praktek mengolah ubi kayu dan bandeng menjadi aneka produk seperti donat ketela pohon (Dokepo) aneka rasa, puding ketela pohon (Pukepo) aneka rasa, serta bakso ampas ubi kayu dan bandeng (Bakambu).  Jamiatun selalu ketua tim menambahkan diharapkan selama 4 bulan berjalannya kegiatan KWT Wijaya Kusuma bisa memiliki unit ekonomi yang mengolah potensi lokal tersebut sehingga bisa meningkatkan ekonomi para anggotanya. Ramini selaku ketua KWT Wijaya Kusuma mengaku sangat senang dengan kegiatan yang difasilitasi oleh mahasiswa UNS setelah tahun sebelumnya KKN UNS mendampingi mereka dalam program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) kali ini tim PKMM melanjutkan dengan pelatihan aneka olahan tersebut. Eksa Rusdiyana, S.P., M.Sc selaku dosen pembimbing tim juga merasa bangga atas apa yang dilakukan mahasiswa bimbingannya mengingat meskipun mereka rata-rata masih semester dua dan empat namun sudah berani turun ke masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi masalah yang dihadapi masyarakat. Dari kegiatan tersebut diharapkan terjalin program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan bagi KWT Wijaya Kusuma.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.