SAD-Heart sebagai Wujud Peranan Pemuda dalam Riset dan Teknologi

Oleh : Hizroh Rochmah Tulloh

0

Islam memberi perhatian serius kepada ilmu pengetahuan sebagaimana terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadis-hadis Nabi. Pemaknaan dan pemahaman terhadap kedua sumber tersebut, merangkainya menjadi aktivitas inovasi pada dunia sains-empirik yang menyebabkan perbedaan kontribusi generasi umat Islam dari awal hingga sekarang. Sejarah perjalanan bangsa Indonesia selalu menyertakan pemuda, baik diminta maupun secara sukarela terlibat aktif didalamnya. Berbagai perisitiwa penting dalam perjalanan sejarah Indonesia selalu melibatkan pemuda. Hingga kini eksistensi pemuda Indonesia masih relevan sebagai agen perubahan (Agen of change). Peranan pemuda dalam kemajuan peradaban adalah berkontribusi aktif melalui peran pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK. Aktivitas meneliti menjadi upaya strategis dalam memanfaatkan SDA, menemukan solusi dari permasalahan dan menciptakan inovasi teknologi yang dapat memudahkan kehidupan manusia.

Sekelompok pemuda yang beranggotakan Nurwarrohman Andre, Hizroh Rochmah Tulloh, Kawidian Putri, Christian Sinaga, dan Mariana Tampubolon memanfaatkan aktivitas meneliti untuk membuat suatu alat yang mampu mendeteksi serangan jantung. Smart Alert Detection of Heart atau SAD-Heart. Sekelompok pemuda ini melihat suatu permasalahan di bidang kesehatan berupa tinggi-nya angka kematian akibat serangan jantung dikarenakan keterlambatan dalam mendeteksi ketika terjadi serangan jantung. Alat ini memanfaatkan Internet of Things dalam pengoperasian hardware dan software. Hardware berupa elektrokardiogram portable didesain untuk mengukur tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan aktivitas kelistrikan jantung. Software didesain untuk menampilkan data yang dikirimkan hardware melalui ATMega 328P dan bluetooth transmitter. Data tersebut kemudian diolah dan di-interpretasikan dalam bentuk grafik EKG dan pemaknaan grafik yang mudah untuk dipahami oleh pengguna yang dalam hal ini tidak berlatar belakang tenaga kesehatan. Alat ini dilengkapi alarm sebagai peringatan dini dari aktivitas kelistrikan jantung abnormal.

Temuan SAD-Heart sempat diikutkan dalam ajang The 4th International Young Invention Awards di Jakarta pada bulan September 2017 dan mendapatkan apresiasi berupa Gold Medal. Seiring dengan penyempurnaan dan pengembangan fitur SAD-Heart, pada bulan November 2017, SAD-Heart mendapat kesempatan dalam acara International Invention Fair IENA di Nuremberg, Jerman yang diikuti oleh 850 inventor dari 45 negara. SAD-Heart mendapatkan apresiasi dengan meraih Silver Medal dan Special Award. Sebagai peneliti muda, ciptaan karya SAD-Heart merupakan tahap awal dalam kontribusi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prestasi tersebut diharapkan dapat memotivasi pemuda lainnya untuk menciptakan karya-karya dalam upaya membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat dengan ilmu dan teknologi. Ciptakan karyamu, Indonesia jaya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.