Fuel treatment: Upaya Mitigasi Kebakaran Hutan

Oleh : Ramya Rachmawati (Universitas Bengkulu)

0

Api merupakan salah satu komponen penting yang ada di alam. Seperti halnya pepatah ‘kecil jadi kawan, besar jadi lawan’, api yang terkontrol akan mendatangkan banyak manfaat bagi manusia, sebaliknya api yang tidak terkontrol akan menyebabkan kerugian, baik hilangnya aset dan sumber daya alam, harta benda, bahkan nyawa manusia.

Tercatat dalam sejarah, kebakaran besar kerap kali melanda tiap musim panas. Salah satunya, kebakaran pada 7 Februari 2009, yang dikenal sebagai Black Saturday di negara bagian Victoria, Australia, telah merenggut 173 nyawa (termasuk dua di antaranya adalah Warga Negara Indonesia) dan kerugian tak kurang dari A$4,4 milyar. Tentunya peristiwa tersebut menorehkan duka yang mendalam, khususnya bagi masyarakat setempat dan dunia pada umumnya. Cuaca yang panas, dan angin yang bertiup kencang menyebabkan api menjalar dengan cepat. Api yang demikian besar tak mampu dipadamkan betapapun canggihnya alat pemadam kebakaran beserta kru yang profesional. Peristiwa tersebut menjadi pengingat sekaligus pelajaran berharga akan bahaya yang ditimbulkan dari kebakaran hutan.

Di Australia, musim kebakaran hutan biasanya terjadi saat musim panas, yaitu bulan Desember, Januari, Februari. Musim kebakaran ini tak bisa dielakkan, karena suhu pada saat musim panas itu sangatlah ekstrim, bisa mencapai 42 bahkan 45 derajat Celcius. Dapat dibayangkan, jika ada percikan api dari puntung rokok atau kilatan petir di padang rumput atau semak-semak yang kering, maka api akan sangat cepat merambat dan membesar. Jika ini terjadi, maka upaya pemadam kebakaran sepertinya sudah sangat susah memadamkan api dengan efektif.

Sebagai upaya untuk mengurangi risiko kebakaran pada saat musim panas, di Australia, Amerika Serikat dan Canada dicanangkan suatu program yang dijalankan di musim semi atau musim dingin yang disebut dengan fuel treatment. Mengapa istilah ‘fuel’ dan ‘treatment’ dipakai? Di sini yang bertindak sebagai ‘fuel’ (bahan bakar) pada kebakaran hutan adalah pohon-pohon atau semak-semak yang ada di hutan itu. Sehingga jika kita bisa melakukan ‘treatment’ terhadap ‘fuel’ dalam artian mengurangi jumlah semak-semak atau pepohonan sebelum musim kebakaran tiba, maka kita bisa mengurangi intensitas kebakaran di musim panas yang mungkin terjadi. Jadi, harapannya adalah kalaupun terjadi kebakaran maka intensitasnya tidak begitu besar dan mudah untuk dipadamkan.

Fuel treatment ini bisa dilakukan dengan dua cara, yang pertama adalah dengan mechanical thinning (pembabatan), yang kedua adalah dengan prescribed burning (pembakaran yang direncanakan atau disengaja atau terkontrol). Tentunya prescribed burning ini harus memenuhi prosedur sehingga proses tersebut berjalan lancar. Program ini biasanya dilakukan di saat musim kebakaran sudah selesai. Kondisi lingkungan seperti kecepatan angin, kelembapan udara, dan temperatur pada saat akan dilaksanakannya program ini juga harus menjadi perhatian agar api mudah dikontrol (‘dikawal’) dan hasil yang diinginkan dapat tercapai. Kemajuan teknologi, seperti prediksi cuaca tentukan akan sangat mendukung kesuksesan proses perencanaan prescribed burning ini, tetapi para petugas tetap harus memerhatikan kondisi cuaca. Jika memang ternyata cuaca berubah, yang semula kondusif menjadi tidak kondusif untuk dilaksanakan prescribed burning, maka kegiatan ini harus dihentikan demi keselamatan. Dan yang tak boleh terlupa adalah harus dipastikan bahwa api harus benar-benar padam pada saat petugas yang menjalankan program ini meninggalkan lokasi.

Harus diakui bahwa sampai saat ini, program prescribed burning ini masih menuai pro dan kontra. Pihak yang mendukung program ini menyatakan bahwa inilah cara mitigasi bencana kebakaran yang tepat untuk mempersiapkan kejadian kebakaran yang tak mungkin dihindarkan. Sementara, pihak yang tidak setuju program ini adalah karena menurut mereka aktivitas prescribed burning ini akan merusak habitat fauna, belum lagi asap yang ditimbulkan akan merusak kesehatan.

Sesaat setelah musibah Black Saturday terjadi, dibentuklah 2009 Victorian Bushfires Royal Comission untuk melakukan investigasi agar kejadian tersebut tidak terulang. Terdapat 67 rekomendasi yang diajukan, salah satunya adalah dengan melakukan prescribed burning tiap tahun, minimal 5% dari total area lahan yang dikelola negara. Dengan kenyataan bahwa prescribed burning harus tetap dijalankan, pihak yang pro dan kontra terhadap program ini harus berdamai. Tentu ada jalan tengah, dalam artian prescribed burning dilakukan semaksimal mungkin sebagai upaya mitigasi bencana  dan ia dilakukan dengan seminimal mungkin merusak habitat fauna. Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan oleh para saintis untuk menentukan cara dan lokasi yang tepat untuk melaksanakan prescibed burning ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan bantuan pemodelan dan simulasi matematika.

Perlu ditegaskan bahwa prescribed burning bukanlah cara untuk mencegah kebakaran hutan. Walaupun kita telah mengupayakan agar tidak terjadi kebakaran hutan, tetap saja api akan kembali lagi dan lagi, karena memang api adalah bagian dari alam. Program prescribed burning tidak berupaya untuk memisahkan api dengan alam, tetapi justru ia adalah intervensi manusia untuk mengembalikan api ke alam, tentunya dengan cara yang terkontrol. Harus disadari bahwa peran api sangatlah unik dalam memelihara biodiversitas. Terbukti bahwa untuk daerah semak-semak atau hutan yang telah dilalap api, flora akan tumbuh dan memulai kehidupan baru yang lebih sehat, dan seiring dengan waktu berbagai fauna datang untuk mendiami daerah tersebut.

Sejak program ini dicanangkan dan dijalankan, khususnya di negara bagian Victoria, Australia, belum ada lagi dan semoga memang tidak pernah terjadi lagi peristiwa kebakaran hutan sehebat Black Saturday. Jadi, jika dilakukan dengan optimal, prescribed burning dapat dengan sangat mungkin memainkan dua peran sekaligus: sebagai upaya mitigasi bencana, sekaligus mempertahankan biodiversitas.

 

Bahan Bacaan :

http://royalcommission.vic.gov.au/finaldocuments/summary/PF/VBRC_Summary_PF.pdf

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.