Sampah itu Berat, Dunia Tak Akan Kuat, Mari Kurangi!

Oleh : Dwi Purwanti

0

Manusia merupakan penghasil sampah terbesar di bumi. Umumnya sampah yang dihasilkan manusia dibagi menjadi dua kategori, yaitu domestik dan non domestik. Sampah domestik biasanya dikaitkan dengan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, sedangkan sampah non domestik adalah sampah industri, pasar, perkantoran, dan sebagainya.

Selama ini kita terpaku dalam pengelolaan sampah non domestik, terutama sampah industri. Padahal perbandingan volume sampah domestik lebih banyak dibanding sampah non domestik, yaitu sekitar 60:40. Menurut data statistik Badan Lingkungan Hidup bahwa sampah rumah tangga memiliki prosentase terbesar  sebagai sumber sampah nasional sebesar 48% diikuti dengan pasar tradisional sebesar 24%, jalan sebesar 7,5%, dan sebagian kecil lagi dihasilkan oleh kawasan komersil, sekolah, kantor, dan lain-lain. Manusia pada umumnya menghasilkan sekitar 2 liter sampah per hari. Bisa dibayangkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang berkisar 262 juta maka sampah yang dihasilkan Indonesia berkisar antara 524 juta liter setiap harinya atau sekitar 38,5 juta ton/tahun.

Fakta yang cukup menyedihkan bahwa Indonesia adalah salah satu kontributor sampah terbesar di dunia. Menurut penelitian yang diterbitkan di www.sciencemag.org, Indonesia berada di urutan kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka.

Pengelolaan sampah di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Penanganan sampah pada intinya adalah proses pemilahan, pengumpulan hingga pengangkutan baik ke tempat pembuangan sementara hingga tempat pembuangan akhir (TPA). Pengangkutan sampah  di Indonesia mencapai 21,72 ton per tahun, sedangkan 16,78 juta ton per tahun sampah tidak terangkut. Hanya sebesar 7,5 % sampah yang akhirnya dikelola menjadi kompos atau didaur ulang, sedangkan paling banyak sampah ditimbun di TPA (69%). Selain itu sampah dikubur (10%),  dibakar (5%), dan tidak terkelola (8,5%).

Salah satu TPA yang terkenal adalah Bantar Gebang yang memiliki luas hingga 85 hektar dan mengelola sampah sebanyak 15.000 ton sampah setiap harinya. TPA tersebut hanya mengolah sampah dari Bekasi dan Jakarta. Bahkan, saat ini Cianjur sedang bersiap membuka lahan sebagai tempat pembuangan akhir sampah untuk mengantisipasi sampah Jakarta yang segera penuh. Pengumpulan sampah tidak akan menjadi solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia. Berapa banyak lahan yang harus dibuka untuk TPA baru?

Pengelolaan lain baik di bakar maupun dikubur juga tidak menjadi solusi. Masalah baru justru muncul baik masalah lingkungan maupun kesehatan. Plastik yang dibakar dapat menyebabkan pencemaran tanah dan pencemaran udara. Bahkan pencemaran udara dari bahan plastik dapat menghasilkan dioxin yang bersifat karsinogenik bagi manusia.

Beberapa pengelolan lain yang mulai giat dilakukan adalah bank sampah. Berdasarkan data statistik jumlah bank sampah di Indonesia pada 2015 tercatat  sebanyak 3900 buah bank sampah Jumlah sampah yang terkelola sebesar 755,6 ton/bulan. Jumlah penabung sebanyak 174.713 orang atau kurang dari 1% penduduk Indonesia. Berapa banyak bank sampah yang harus didirikan untuk mengatasi mengurangi volume sampah?

Ada beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengurangi volume sampah adalah dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Hal paling sederhana dari 3R adalah dengan melakukan pengurangan sampah. Ada 4 kebiasaan sederhana yang dapat kita lakukan dan mengurangi sampah Indonesia. Mulailah membawa air minum dalam botol sehingga tak perlu membuang botol plastik. Sekitar 4,82 milyar sampah botol plastik yang sudah terakumulasi. Sudah cukup negara kita menjadi negara keempat dengan sampah botol terbanyak di dunia.

Kita juga dapat mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Mulailah beralih ke penggunaan barang yang memiliki masa tinggal lebih panjang. Contoh sederhana saja pembalut yang setiap periode menstruasi menghabiskan 8-28 buah pembalut. Wanita Indonesia menyumbangkan setidaknya 26 ton sampah pembalut setiap harinya atau 1,4 miliar buah setiap bulan. Saat ini mulai banyak kemajuan pembalut yang reusable  dengan berbagai varian yang tersedia.  Begitu pula dengan penggunaan popok bayi. Hal lain yang bisa kita lakukan adalah mengurangi kebasaan makan makanan berkemasan dan beralih ke makanan yang dapat kita olah dengan lebih sehat.  Makanan berkemasan tak hanya kurang baik bagi kesehatan juga menimbulkan sampah yang cukup banyak.

Yang terakhir, mengurangi penggunaan kantong plastik. Mari mulai hentikan kebiasan membeli plastik sampah untuk menampung sampah kita dirumah. Kita tak perlu membeli plastik hana untuk membuangnya bukan?  Mulailah membawa kantong belanja sendiri ketika berbelanja. Menurut Riset Greeneration, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun. Di alam, kantong plastik yang tak terurai menjadi ancaman kehidupan dan ekosistem. Jika setiap individu menghemat satu buah plastik setiap harinya, dalam sebulan kita bisa menghemat 7,8 miliar kantong plastik.

References
1. Wahyuningsih NE. Buku Ajar Persampahan Semarang: Undip Press ; 2014.
2. Hidup KL. indiI. [Online]. Available from: http://www.indii.co.id/images/dx_article_file/10448/mengurangi-sampah-dengan-olah-di-tempat.pdf.
3. Antara. Cianjur Siap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Jakarta [Cianjur Siap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Jakarta].; 2018 [cited 2018 Maret 31. Available from: http://www.pribuminews.com/2018/01/13/cianjur-siap-jadi-tempat-pembuangan-sampah-jakarta/.
4. Rakyat KPUdP. Indonesia Bebas Sampah 2020. [Online].; 2016 [cited 2018 Maret 31. Available from: http://ciptakarya.pu.go.id/dok/bulletin/bulletinCK_feb16.pdf.
5. Subekti S. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga 3R Berbasis Masyarakat. In Seminar Nasional Sains dan Teknologi; 2010; Semarang. p. 24-30.
6. Pratomo HB. 5 Negara pengguna botol plastik terbesar dunia termasuk Indonesia. [Online].; 2016 [cited 2018 Maret 31. Available from: https://www.merdeka.com/uang/5-negara-pengguna-botol-plastik-terbesar-dunia-termasuk-indonesia/brazil.html.
7. Geotimes R. Geotimes. [Online].; 2015 [cited 2018 Maret 31. Available from: https://geotimes.co.id/arsip/sampah-pembalut-capai-14-miliar-dalam-satu-bulan/.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.