Laboratorium Virtual Sebagai Media Belajar Dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Fisika Dan Kreatifitas Siswa SMA

Oleh : Zurhalki Muhammad

0

Kualitas proses dan hasil belajar fisika ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah ketersediaan sarana praktikum. Kegiatan praktikum yang biasanya dilakukan di laboratorium merupakan hal yang penting dalam pembelajaran fisika, karena aspek produk, proses, dan sikap peserta didik dapat lebih dikembangkan. Namun tidak semua percobaan dapat dilakukan, bukan hanya karena ketiadaa alat, tetapi juga dikarenakan karakteristik percobaan itu sendiri yang melibatkan proses dan konsep-konsep abstrak, sehingga diperlukan sebuah alternatif agar kegiatan percobaan tetap dapat dilakukan.

Faktanya, fisika merupakan salah satu cabang dari IPA dan merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala alam melalui serangkaian proses ilmiah. Pada kondisi ini, kreatifitas memegang peran sangat penting bagi siswa. Ia diperlukan untuk mengatasi berbagai kesulitan, mencari jalan keluar dari segala keruwetan, mendobrak kemandegan dan untuk meraih cita-cita yang didambakan. Tanpa kreatifitas, seseorang akan sering terbentur kebuntuan, dan itu jelas akan menghambat, bahkan akan mengurangi semangat berprestasi (Nur’aeni, 2008).

Disinilah media pembelajaran mengambil peran. Media pembelajaran dibutuhkan sebagai katalisator dalam proses pembelajaran guna mendukung tercapainya proses belajar mengajar yang efisien. Media pembelajaran dapat berupa media audio visual seperti gambar, musik, video, maupun animasi. Penambahan media visual ini lebih efektif digunakan dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan hanya media verbal.

Media yang dapat digunakan terdiri dari berbagai jenis media seperti gambar, video, dan animasi. Ketiga media visual tersebut disusun dalam bentuk laboratorium virtual dengan menggunakan program Adobe Flash Player. Media pembelajaran berupa laboratorium virtual yang dibuat dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep-konsep fisika. Media ini akan menampilkan konsep-konsep fisika beserta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Selain itu, media ini akan membuat pelajaran fisika menjadi lebih menarik, dan merangsang kreatifitas siswa sehingga siswa menjadi lebih semangat dalam belajar dan tidak menganggap pelajaran fisika itu membosankan.

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Gunawan, Harjono, & Sutrio (2015) membuktikan bahwa model pembelajaran berbantuan media virtual berpengaruh positif terhadap penalaran logis dan pengembangan kemampuan logika. Hal ini nantinya akan sangat membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan kreatifitas. Menurut Sudarma (2013) dalam uraiannya tentang pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan, yaitu kemampuan untuk membuat kombinasi baru kemampuan menemukan banyak kemungkinan jawaban berdasarkan data atau informasi yang tersedia, dan kemampuan yang secara operasional mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berfikir.

Pengembangan laboratorium virtual ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate) (Thiagarajan, Semmel, dan Semmel,1974). Setelah melalui analisis data, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika siswa antara kelas eksperimen yang diberikan perlakuan berupa model pembelajaran langsung berbantuan laboratorium virtual dengan kelas kontrol yang diberikan perlakuan berupa model pembelajaran langsung, dan terdapat perbedaan kreatifitas siswa antara kelas eksperimen yang diberikan perlakuan berupa model pembelajaran langsung berbantuan laboratorium virtual dengan kelas kontrol yang diberikan perlakuan berupa model pembelajaran tanpa berbantuan laboratrium virtual.

Temuan ini memperkuat beberapa penelitian yang di lakukan sebelumnya. Menurut Gunawan, Harjono, & Sutrio (2015) dan Mahnun (2012) penggunaan laboratorium virtual dapat membuat peserta didik berpikiran lebih terbuka dan meningkatkan motivasi mereka untuk terus mencoba menemukan konsep fisika yang diharapkan. Selain itu, menurut Osman dan Kaur (2014) kelompok belajar berbantuan media virtual menghasilkan nilai lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Adanya media virtual dalam model pembelajaran langsung dapat menciptakan proses pembelajaran aktif di kelas. Berbeda halnya dengan kelas kontrol yang mendapat perlakuan model konvensional dimana siswa cenderung pasif dan guru berperan aktif di dalam kelas sehingga menyebabkan kurangnya keterlibatan siswa dalam memahami materi fisika. Hasil penelitian tersebut membuktikan penggunaan laboratorium virtual sebagai media belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar fisika dan kreatifitas peserta didik.

 

DAFTAR PUSTAKA

Nur’aeni. 2008. Ada Apa Dengan Kreatifitas?. Islamidina 7, (3), 75-80.

Gunawan, Harjono, A., dan Sutrio. 2015. Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Konsep Listrik Bagi Calon Guru. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi 1, (1), 9-14.

Mahnun, N. 2012. “Media Pembelajaran (Kajian Terhadap Langkah-Langkah Pemilihan Media Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran)” Jurnal Pemikiran Islam 37, (1), 27.

Osman, K dan Kaur, S. 2014. Evaluating Biology Achievement Scores in an ICT integrated PBL Environment. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 10 (3), 185-194

Sudarma, M. 2013. Mengembangkan Keterampilan Berpikir Gratis. Jakarta. Rajawali Pers.

Thiagarajan, S., Semmel, D.S., dan Semmel, M.I. 1974. Instructional Development for Training Teachers of Expectional Children. Minneapolis, Minnesota: Leadership Training Institute/Special Education, University of Minnesota.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.