Gangguan Emosional Pada Anak

oleh Eis Masitah S.Psi

0

Pernahkah kita bertemu dengan seorang anak kemudian secara spontan kita melabeli anak tersebut dengan istilah “nakal” karena perilakunya. Lalu apakah yang sebenarnya yang terjadi pada anak tersebut? Dalam hal ini sebagai orangtua maupun pendidik perlu memahami dengan tepat apa yang sebenarnya terjadi pada perilaku anak-anak ? Lalu apa yang bisa kita lakukan jika mendapati seorang anak yang demikian? Dalam tulisan ini saya akan menjelaskan satu dari beberapa gangguan emosial yang terjadi pada masa kanak-kanak.  Dalam istilah psikologi ada yang disebut dengan gangguan emosional pada masa kanak-kanak.  Gangguan perilaku pada masa kanak-kanak yang sering ditemui adalah gangguan perilaku distruptif, perilaku ini biasanya menunjukkan agresi, penyimpangan atau perilaku antisosial.

Perilaku ini juga sering ditandai dengan tantrum, membangkang, sering bertengkar, permusuhan dan perilaku mengganggu yang disengaja. Lalu pada batas apakah perilaku ini dapat didiagnosis sebagai perilaku yang bermasalah dan perlu penanganan khusus. Berdasarkan American Psychological Asocciation (APA, 2000) perilaku ini lazim terjadi pada anak-anak usia 4-5 tahun biasanya meningkat pada masa kanak-kanak tengah. Namun dalam hal ini orang tua perlu mewaspadai jika perilaku ini menetap dan bertahan sampai usia 8 tahun maka dapat ditegakkan diagnosis Ganguan Ingkar atau Oppositional Defiant Disorder (ODD).

Oppositional Defiant Disorder (ODD)  merupakan pola perkembangan, ketidakpatuhan dan permusuhan terhadap figur otoritas dewasa yang berlangsung selama paling tidak 6 bulan dan jauh dari batas perilaku anak-anak normal pada umumnya (Papalia, 2008). Bagaimana awal kemunculan perilaku ini? Awal munculnya perilaku ini biasanya pada usia 8 tahun, anak-anak dengan ODD terus bertengkar, berbantahan dan mudah kehilangan kesabaran merebut barang, menyalahkan orang lain, pemarah dan dongkol hal ini juga akan berpengaruh pada hubungan sosialnya yang tidak memiliki teman dan terus-menerus bermasalah di sekolah.  Ketika orangtua dan pendidik menemukan hal tersebut baik di sekolah maupun di lingkungan rumah maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kepada psikolog agar dapat dilakukan assemen untuk diberikan intervensi yang tepat.

Gangguan perilaku pada anak yang tidak diatasi dengan baik maka akan menimbulkan permasalahan di masa remaja dan dewasanya. Mengapa demikian karena proses perkembangan dan pertumbuhan manusia akan berlangsung sepanjang hidup, dalam setiap tahap perkembangan seorang individu harus menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya termasuk didalamnya adalah perkembangan emosi.

Dalam hal ini perlu ada penanganan yang tepat terhadap perilaku anak. Ada beberapa penanganan untuk gangguan emosional salah satunya adalah terapi keluarga (family Theraphy), terapi keluarga merupakan suatu proses penanganan terhadap individu dengan melibatkan anggota keluarga.  Pada prosesnya terapis bertemu dengan semua anggota keluarga , mengamati interaksi mereka.  Dalam hal ini terapis yang bertugas menunjukkan  pola interaksi yang menghasilkan pertumbuhan dan yang menghambat pertumbuhan atau pola-pola fungsi keluarga yang destruktif. Terapi ini mampu membantu orang tua untuk menyelesaikan konflik mereka sendiri dan  mulai menyelesaikannya. Terapi ini dilakukan sebagai langkah pertama terhadap penyelesaian problem anak. Dalam hal ini keluarga merupakan kunci keberhasilan dari intervensi atau terapi yang dilakukan untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.

 

Sumber referensi:

American Psychological Association (APA). 2007. APA Dictoonary of Psychology. Washinton Dc: Amerika Psychological Association

Papalia, D.E., Old, .SW., &Fieldman R.D. 2009. Human Development : Perkembangan manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.