Google Classroom, Alternatif E-Learning Terintegrasi

By Muhammad Iqbal Hanafri, S.Pi., M.Kom.*

0

Perkembangan dunia Teknologi Informasi saat ini sudah berlari sedemikian cepatnya. Banyak alternatif-alternatif  baru tercipta di era disruptive ini, dimana siapapun yang tidak bergerak dengan cepat terhadap perubahan teknologi maka dia akan tertinggal. Begitu juga dalam hal teknologi pembelajaran di sekolah-sekolah ataaupun di kampus saat ini, teknik yang digunakan semakin beragam dan tekno oriented.

Berdasarkan perkembangan yang luar biasa ini, maka institusi pendidikan di Indonesia seakan tidak tinggal diam, mereka terus melakukan inovasi dan penyesuaian teknologi khususnya ICT (Information and Communication Technology).  Beberapa teknologi pembelajaran yang terkait elearning dan pembelajaran jarak jauh, juga mulai dikembangkan untuk memaksimalkan potensi mahasiswa di berbagai penjuru Indonesia yang belum terjamah.

 

Salah satu teknologi pembelajaran elearning yang cukup terkenal beberapa waktu yang lalu dan bahkan banyak digunakan oleh institusi pendidikan besar di Indonesia adalah menggunakan Moodle, yaitu Content Management System open source yang bebas digunakan siapapun dengan bebas dan gratis. Akan tetapi, teknologi ini masih rentan dikarenakan saat ini banyak perguruan tinggi yang belum memiliki keamanan web hosting  yang cukup memadai terkait implementasi Moodle ini. Bahkan, celah-celah terkait keamanan seringkali muncul ketika banyak pengguna register atau mendaftar serta bebas keluar masuk melakukan upload file yang berpotensi merusak sistem di dalam website kampus atau sekolah itu sendiri. Selain itu, masalah server down karena over capacity juga mengganggu model elearning ini, dimana sebagian besar institusi belum memiliki VPS (Virtual Private Server) atau Dedicated Server sehingga ketika akses materi elearning secara bersamaan 100 orang atau lebih misalnya, maka server akan putus (disconnected) dan website tidak bisa diakses.

Gambar 1. Tampilan Dashboard Google Classroom

Oleh karena itu, salah satu raksasa dunia ICT yaitu Google memberikan alternatif baru dalam kegiatan belajar mengajar, baik digunakan untuk sekolah maupun kampus di seluruh dunia. Google mengembangkan konsep bernama Google Classroom, yang merupakan paket dari G Suite for Education. Google Classroom merupakan alternatif yang bisa digunakan untuk memaksimalkan kegiatan belajar mengajar berbasis elearning. Penggunaan Google Classroom sangat user friendly sehingga mudah digunakan, serta diimplementasikan di institusi pendidikan.

Secara umum fitur yang ada pada Google Classroom adalah kelas elearning, memberikan pengumuman, memberikan tugas, memberikan nilai, merapikan dokumen di google drive ketika file dari siswa/mahasiswa di upload ke dalam Google Classroom, membuat survei, membuat pertanyaan, dan sebagainya. Fitur tersebut sebenarnya bisa dikombinasikan lebih hebat lagi dengan penggunaan media yang masih terintegrasi dengan produk Google lainnya, seperti Google Drive (online storage / tempat penyimpanan file secara online), Youtube (upload video), Google Form (membuat form quiz, survei, soal, dan sebagainya), Google Docs, Google Spreadsheet, dan sebagainya.

Berdasarkan fitur-fitur tersebut, rasanya tidak dapat dipungkiri bisa menjadi alternatif baru dan sangat powerfull ketika suatu institusi pendidikan ingin mengembangkan kegiatan belajar dimana saja dan kapanpun. Masalah terkait kekhawatiran adanya website yang di hack, atau server down sepertinya tidak berlaku di Google Classroom, karena seperti kita ketahui bersama Google memiliki keamanan atau computer security terbaik saat ini sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi masalah-masalah tersebut. Selain itu, Google memberikan Analytics terhadap mekanisme elearning yang terjadi di suatu institusi, admin atau operator dapat melihat dengan jelas berapa penggunaan atau sources yang telah digunakan dan sedang berlangsung.  

Bagi institusi pendidikan yang ingin menggunakan fitur Google Classroom caranya adalah setiap institusi mendaftarkan langsung kepada pihak Google, dengan mengikuti program G Suite for Education. Beberapa dokumen yang dibutuhkan antara lain adalah akta notaris, surat dari DIKTI terkait institusi pendidikan, surat yang menerangkan bahwa merupakan institusi nonprofit (sekolah dan kampus masuk di dalamnya), surat akreditasi pendidikan (dari BAN PT), link ke forlap RISTEKDIKTI mengenai keberadaan perguruan tinggi (untuk sekolah menyesuaikan), dan surat dari ketua/rektor yang menjelaskan siapa pengelola atau admin institusi nantinya. Pastikan gaunakan bahasa Inggris yang baik, karena akan langsung di cek oleh perwakilan Google di Amerika Serikat.

Implementasi G Suit for Education selain kita bisa mendapatkan akses ke Google Classroom, kita juga akan mendapatkan fasilitas email dengan kapasitas unlimited. Hal ini sangat menarik, mengingat kapasitas email biasa yang tidak terintegrasi dengan G Suit for Education hanya memiliki kapasitas maksimal 15 GB. Selain itu, seluruh fitur Google lainnya juga bisa diakses dan digunakan, tetapi secara lebih professional karena mengguanakan akun email dengan domain kampus atau sekolah kita sendiri. Masih penasaran menggunakan Google Classroom serta fitur-fiturnya sebagai alternatif elearning yang terintegrasi? Langsung kontak Google dan segera implementasikan di sekolah atau kampusmu ya.

 

*Lecturer at STMIK Bina Sarana Global, Tangerang.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.