Academic Coaching

By M Izzuddin Al Qassam

0

Dalam suatu sistem pembelajaran terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan atau dijalankan. Beberapa cara tersebut antara lain training, mentoring dan coaching. Cara pembelajaran dengan sistem coaching adalah pembelajaran yang melibatkan seorang coach yang memimpin jalannya coaching dan para peserta yang mengikuti rangakain coaching, disini kita sebut coachee. Secara garis besar sistem pembelajaran coaching ini merupakan peroses pembinaan seseorang yang belum memiliki tujuan atau capaian-capaian dalam hidupnya untuk menjadi seorang yang produktif dengan mempunyai capaian dan tujuan yang ingin dicapai bukan hanya jangka pendek melaikan jangka panjang berdasarkan kemampuan coachee tersebut. bukan hanya pembinaan untuk mencapai capaian tersebut tetapi juga menuntun menyelesaikan masalah yang dimiliki oleh coachee yang mungkin jawaban atas permasalah tersebut ada pada diri orang yang sedang dicoaching.

Seorang coach pada suatu proses coaching harus lebih dahulu membersihkan dan mengosongkan dirinya dari permasalahan-permasalahan yang dia miliki sebelum memulai sebuah coaching, karena apabila seorang coach belum mampu membersihkan atau mengosongkan hal tersebut pada dirinya, maka sudah dipastikan coach tersebut tidak akan menangkap dan menyelesaikan permasalahan yang ada pada coachee dengan benar. Perumpamaan tersebut diibaratkan sebuah gelas yang penuh dengan air apabila kita menambahkan air kembali maka air yang ditambahkan tersebut akan keluar kembali karena si gelas tidak mampu menampung air tersebut. sehingga coach tidak mampu membimbing coachee untuk menyelesaikan permasalah yang dihadapi atau bahkan tidak dapat membimbing coachee menemukan potensi tersembunya pada dirinya.

Sebagian besar masalah timbul dari diri mereka sendiri. Terkadang kita melihat suatu itu hanya dari satu sisinya saja, akan tetapi sebenarnya suatu permasalahan atau kejadian bisa kita lihat dari 2 sisi yang berbeda. Sisi tersebut adalah positif dan negatif. Kebanyakan manusia lebih memilih 1 sisi dalam memandang suatu permasalahan atau suatu kejadian, yaitu sisi negatifnya saja tanpa memperdulikan sisi positifnya. Apabila seseorang sering berfikir negatif maka hal tersebut dapat berpengaruh ke perilaku atau tindakan orang tersebut sehari-hari. Sebenarnya apabila kita dapat berfikir atau memandang suatu hal tersebut dari sisi positifnya in syaa allah tindakan kitapun akan menjadi baik pula. Sebagai contoh apabila seseorang dicaci maki oleh orang lain banyak yang memandang hal tersebut adalah suatu hal yang negatif sehingga menimbulkan kemaran pada dirinya, akan tetapi apabila dia memandang dengan sisi positif maka kemarahan tersebut akan berubah menjadi suatu kebaikan, seperti motivasi yang membuat kita lebih baik lagi. Cara pandang tersebut dipengaruhi oleh pikiran-pikiran yang berada dalam otak kita.

Semua pengetahuan tersebut saya dapatkan dalam rangkaian acara Training for Trainer of Academic Coaching. Acara tersebut membimbing saya untuk menjadi seorang coach yang mampu membimbing maupun menyelesaikan permasalah orang lain yang akan menjadi coachee saya. Segala aktifitas yang lakukan disana adalah suatu konsekuensi untuk keluar dari zona nyaman yang selama ini saya jalani, sehingga selesai rangkaian acara tersebut membuat menjadi seorang yang bukan lagi biasa, tetapi menjadi orang yang luar biasa. Meskipun dalam menjalani rangakaian acara tersebut terasa berat, baik dalam segi rangkaian kegiatan maupun tugas yang diberikan. Satu kata yang memotivasi untuk terus dan bertahan untuk mengikuti seluruh rangakaian acara tersebut adalah segala sesuatu kesulitan pasti terdapat suatu kemudahan nantinya. Salah satu kemudahan yang saya rasakan tersebut adalah kemudahan dalam menjalani hidup lebih produktif dalam menggapai setiap capaian-capaian yang telah direncanakan. Semoga ilmu yang telah saya pelajari bisa diterapkan dan disalurkan kembali sehingga merasakan indahnya berbagi dalam kebaikan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.