by : Adrian Hilman

 

“Apabila ada pertanyaan bagaimana cara Anda menghilangkan stres yang membuat susah tidur? Apakah yang akan Anda lakukan hari ini?”

 

Apakah Anda memiliki masalah dengan tidur? Menurut ilmu kedokteran, orang dewasa yang sehat membutuhkan setidaknya tujuh jam untuk tidur nyenyak, terutama jika mereka ingin menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, kebanyakan orang bermasalah dengan pengendalian diri yang sederhana. Ada orang yang sama sekali tidak tahu kapan harus berhenti beraktivitas atau bahkan bekerja. Sehingga menjadikan siklus tidur mereka berantakan. Hampir setengah dari semua orang di Amerika Serikat telah berusaha memperbaiki susah tidur mereka akibat stres. Masalah bertambah ketika ahli medis selalu mendorong pasien untuk lebih banyak tidur dalam usaha mereka melawan stres. Jika stres membuat tidur menjadi sulit dan kekurangan tidur dapat menyebabkan stres, Anda dapat melihat bagaimana hal seperti ini dapat berputar dalam siklus di mana stres dan insomnia terus menghantui sampai menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada pikiran dan tubuh Anda.

www.endomune.com

Dalam sebuah program BBC yang berjudul “The Truth about Sleep“, Dr. Michael Mosley, membahas bagaimana kaitan antara diet, gaya hidup, serta mikrobia usus dan prebiotik memberi pengaruh dalam meningkatkan kualitas tidur. Dia mengatakan bahwa diet yang kaya akan prebiotik diperkirakan akan membantu meningkatkan jumlah dan pertumbuhan mikrobia menguntungkan di saluran pencernaan usus, yang selanjutnya dapat mengurangi stres yang terkait dengan susah tidur pada kebanyakan orang.

Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal online, Frontiers in Behavioral Neuroscience (2017) oleh Profesor Robert Thompson dan timnya dari Department of Integrative Physiology, University of Colorado, menyebutkan bahwa asupan prebiotik secara teratur dapat mempromosikan mikrobia usus dalam sistem pencernaan yang menguntungkan serta pemulihan pola tidur normal setelah mengalami stres yang berlebihan.

“Stres akut juga dapat mengganggu mikrobia usus, dimana mikrobia yang terganggu akan mempengaruhi sumbu otak-usus, sistem dalam tubuh yang menghubungkan endrokin dan sistem saraf. Gangguan pada sistem ini dapat memicu insomnia yang diakibatkan pengaruh hormon.” jelas Dr. Agnieszka Mika, seorang Postdoctoral dan salah satu penulis dalam penelitian ini. Selain itu mikrobia yang terganggu karena stres juga dapat menyebabkan kondisi gastrointestinal seperti penyakit radang usus, sindrom iritasi usus besar, dan penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Apabila tubuh mengalami gangguan stres, hal ini dapat memicu perubahan sekresi, motilitas dan fungsi mukosa. Kondisi ini dapat menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi mikrobia yang menguntungkan tubuh.

Dalam percobaan yang dilakukan oleh Thompson dan tim, digunakan dua kelompok tikus uji yang berkelamin jantan. Kelompok satu merupakan kontrol yang diberi pakan standar, sedangkan kelompok dua menerima suplemen prebiotik dengan pakan yang disediakan  selama beberapa minggu. Kedua kelompok tikus uji diberi perlakuan tekanan melalui sengatan listrik pada ekornya. Sampel tinja dari dua kelompok tikus uji dikumpulkan dan dianalisis selama periode empat minggu. Menariknya, tikus yang mengonsumsi prebiotik tidak mengalami gangguan akibat stres pada mikrobia usus mereka dan menunjukkan adanya peningkatan mikrobia usus yang menguntungkan bagi kelompok prebiotik. Salah satu mikrobia yang ditemukan, Lactobacillus rhamnosus, yang diketahui membantu fungsi sistem kekebalan tubuh. Selain itu peneliti juga menemukan pola tidur tikus uji yang lebih sehat dan lebih cepat daripada tikus kontrol.

Peneliti juga telah mengumpulkan informasi tentang siklus tidur-bangun tikus menggunakan elektroensefalografi (alat untuk merekam aktivitas elektrik di sepanjang kulit kepala selama 20-40 menit dengan mengukur fluktuasi tegangan yang dihasilkan oleh arus ion di dalam saraf otak -red). Dalam kondisi normal, tikus dalam kelompok kontrol ditemukan menghabiskan lebih sedikit waktu dengan periode tidur NREM (non-rapid eye movement) daripada yang menerima prebiotik. Selama masa tidur NREM, aktivitas otak turun drastis. Beberapa peneliti percaya bahwa tubuh menggunakan tahap ini untuk memproses informasi dan menyimpan kenangan. Periode tidur NREM terjadi sekitar 20% sampai 50% dari rata-rata waktu tidur setiap orang di malam hari. Kelompok tikus prebiotik juga menghabiskan lebih banyak waktu dalam periode tidur REM (rapid eye movement). Periode tidur REM diyakini penting untuk mempromosikan pemulihan dari kondisi stres, dengan penelitian yang menunjukkan bahwa mereka yang mendapatkan lebih banyak periode tidur REM setelah trauma, kemungkinan lebih kecil untuk menderita gangguan stres pasca-trauma.

Dari data tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa prebiotik dapat mendorong pertumbuhan mikrobia menguntungkan di saluran pencernaan, karena memperkuat sumbu otak-usus, yang memungkinkan tubuh kembali pulih lebih efisien dari cedera akibat stres.

Sebenarnya apa itu prebiotik? Dalam beberapa literatur, konsep prebiotik dan probiotik telah dimulai pada tahun 1921 oleh Rettger dan Cheplin yang melakukan percobaan dengan manusia yang menkonsumsi karbohidrat diperkaya dengan mikrobia Lactobacillus. Hasil penelitian menemukan bahwa usus besar didominasi oleh kondisi anaerobik, yang terdapat banyak energi dengan memfermentasi substrat dari asupan makanan. Selanjutnya peneliti Jepang, Yazawa dan tim (1978), mencoba untuk mencari jenis gula yang dapat meningkatkan pertumbuhan Bifidobacterium di dalam usus manusia.Selanjutnya pada 1987, Mitsuoka dan tim juga meneliti komponen spesifik oligosakarida yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, seperti fruktooligosakarida (FOS).

Sebagian besar penilaian prebiotik pada manusia yang digunakan secara komersial ditunjukkan untuk menstimulasi Lactobacillus dan Bifidobacterium secara khusus, dan bukan untuk mikrobia patogen seperti beberapa anggota kelas Clostridia dan Escherichia coli.

Menurut beberapa ahli prebiotik yang tergabung dalam ILSI (International Life Sciences Institute) mendefenisikan konsep prebiotik sebagai stimulasi selektif pertumbuhan dan/atau aktivitas satu atau sejumlah genera/spesies mikrobia dalam mikrobia usus yang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.” Prebiotik terdiri dari bahan makanan yang tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia dan dapat bertahan hingga ke usus besar manusia, seperti karbohidrat rantai pendek termasuk laktulosa, galaktooligosakarida, fruktooligosakarida, inulin, maltooligosakarida, dan pati resisten. Prebiotik dapat ditemukan secara alami pada chicory, artichoke, pisang, dahlia, gembili, asparagus, bawang putih, daun bawang, bawang merah dan beberapa jenis buah dan sayuran lain.

Sayur dan buah sumber prebiotik

Sesuai dari beberapa definisi prebiotik sebelumnya, maka diperlukan tiga kriteria agar bahan pangan dapat disebut sebagai prebiotik yaitu kemampuan bahan pangan dalam bertahan pada pencernaan tubuh (misalnya keasaman lambung, hidrolisis oleh enzim mamalia dan penyerapan gastrointestinal); bahan pangan harus dapat difermentasi oleh mikrobia usus; bahan pangan dapat secara selektif menstimulasi pertumbuhan dan/atau aktivitas mikrobia usus yang terkait dengan kesehatan tubuh. Jadi, secara langsung uji coba untuk menunjukkan efek prebiotik harus dilakukan di host target.

Pengujian in vitro yang dirancang untuk mengidentifikasi jalur atau mekanisme prebiotik tidak akan mengkonfirmasi status prebiotik. Sehingga harus dilakukan uji in vivo yang dapat memberikan bukti efek kesehatan pada host target.

Pada penelitian yang dilakukan Thompson dan tim, pengujian in vivo dilakukan melalui tikus uji. Walaupun demikian, penelitian lanjut harus dilakukan kepada manusia sebagai host target yang akan memberikan hasil yang lebih signifikan. Efek prebiotik diharapkan dapat menurunkan efek stres yang membuat orang susah tidur.

Sumber:

ScienceDaily.com

Nature.com

One thought on “Prebiotik Obati Stres Susah Tidur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *