Oleh : Khairil Pahmi, M.Sc*

*Dosen tetap DIII Farmasi FIK UNW Mataram

 

PENDAHULUAN

Alam fisik merupakan alam yang dapat dicerna oleh panca indra baik dengan bantuan alat maupun tanpa bantuan alat dari ukuran yang paling kecil seperti quark sampai ukuran yang paling besar seperti gabungan-gabungan galaksi. Quark merupakan partikel yang membangun proton dan netron, bagian dari inti atom. Quark tidak pernah sendiri, selalu ada dalam kelompok. Gaya yang mengikat satu quark dengan yang lain semakin kuat ketik jaraknya semakin jauh. Quark yang bebas tidak pernah didapat di alam1. Sedangkan galaksi merupakan sebuah sistem massif yang terikat gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu medium antar bintang, dan materi gelap- komponen yang penting tetapi belum banyak difahami2.

Semua hal yang dapat dicerna oleh panca indra baik dengan bantuan alat maupun tanpa bantuan alat di dunia ini merupakan contoh alam fisik, sedangkan contoh alam metafisik adalah alam akherat. Alam dunia merupakan alam yang sangat singkat. Normalnya manusia akhir zaman hidup antara 60-70 tahun. Umur Rasulullah SAW, yakni 63 tahun, sedangkan umur manusia dalam alam akherat yang merupakan alam metafisik, yakni tak terhingga (∞).

Firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an terkait dengan alam akherat, yakni Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal (∞) di dalamnya  (QS. Al Mu’minuun : 10-11).

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman : Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal (∞) di dalamnya (QS. Al Baqarah : 25).

 

 

PERHITUNGAN

 

Apabila diketahui :

Hidup di dunia  (X)     =  rata-rata 63 tahun (umur Rasulullah SAW)

Hidup di akherat (Y)   = ∞ (tak terhingga) tahun.

Maka kita dapat membuat rumusan batas antara alam fisik dan metafisik sebagai berikut :

ó  =

ó  =

ó  = 0

semua angka per tak hingga sama dengan 0.

X = 0×Y = 0 tahun (karena sangat cepatnya hidup di dunia, maka nilainya mendekati 0. Dalam skala interval, angka 0 bernilai sangat kecil).

 

Y= = tak terdefinisi (kehidupan akherat tidak bisa didefinisikan oleh akal manusia karena kehidupan akherat adalah kehidupan yang ghaib (metafisik) dan hanya diyakini oleh orang-orang yang beriman).

 

PENJELASAN

 

Dalam metodologi penelitian, dikenal 4 skala, yakni skala nominal,ordinal, interval, dan rasio. Skala nominal merupakan skala yang paling sederhana dan tidak dapat melakukan operasi matematika. Contoh skala nominal adalah laki-laki- perempuan, hidup –mati, agama : islam, kristen, hindu, budha, konghucu, dll. Skala ordinal merupakan skala yang memiliki tingkatan dan tetap tidak dapat melakukan operasi matematika. Contoh tingkatan dalam pendidikan : SD, SMP, SMA, S1, S2, S3, dll. Skala interval merupakan skala yang tidak memiliki 0 mutlak dan dapat melakukan operasi matematika. Contoh suhu (walaupun suhu 0oC, bukan berarti tidak ada suhu. Ada suhu, tetapi suhunya kecil), IQ, tingkat kepuasan, dll. Skala rasio merupakan skala yang memiliki 0 mutlak dan dapat melakukan operasi matematika. Contoh umur, jumlah, kadar, dll3.

Dari perhitungan di atas, nilai alam dunia (x) = 0. Nilai 0 bukan berarti tidak ada kehidupan.  Ada kehidupan, tetapi sedikit. Sehingga nilai alam dunia dimasukkan ke dalam skala interval. Semua yang memiliki skala dapat dilogikakan dan termasuk alam fisik.

Dari perhitungan di atas juga diperoleh bahwa, nilai alam akherat (Y) = tidak terdefinisi, artinya alam akherat yang merupakan alam metafisik tidak akan pernah dapat didefinisikan oleh logika manusia. Alam akherat (metafisik) hanya diyakini dalam hati. Nilai alam akherat bernilai ∞ (tak terhingga), apabila X dibagi dengan angka yang nilainya limit = 0. Dari perhitungan diketahui bahwa X = 63 (itu adalah sebuah angka) yang dibagi dengan Y = ∞ (tak hingga). Karena nilai X sebuah angka dan dibagi Y yang bernilai tak hingga, maka nilainya juga dapat ditulis limit 0, sehingga diperoleh rumusan sebagai berikut.

Y =   = ∞ (tak terhingga)

Dengan demikian, alam dunia merupakan alam yang dapat dilogikakan (alam fisik) memiliki nilai 0 yang bermakna sedikit dalam skala interval, sedangkan alam akherat yang merupakan alam metafisik selain nilainya tak terhingga tetapi juga tak terdefinisi oleh logika manusia.

Simpulan dari artikel di atas adalah semua alam fisik dapat dilogikakan oleh akal fikiran sehingga dapat diteliti secara empiris dan semua alam metafisik tidak dapat dilogikakan sehingga hanya dapat diyakini dalam hati.

Referensi :

  1. Utomo, Y.J., 2012. Partikel Tuhan Bukan satu-satunya. [serial online] [cited 30 July 2017]. Available from: http: // sains.kompas.com.
  2. 2017. Galaksi. [serial online] [cited 30 July 2017 ]. Available from : http://id.m.wikipedia.org.
  3. Nazir, M., 2014. Metode Peneltian. Ghalia Indonesia, Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *