By : Fitri Maftuhah/Mahasiswi LIPIA Jakarta

Generasi muda adalah tombak dari sebuah peradaban. Peradaban Islam akan bangkit jika para penganutnya memegang ajarannya, dan Al Quran adalah pusat dari semua ajaran islam. Runtuhnya peradaban islam sekitar 8 dasawarsa lalu di Turki, salah satunya karena meninggalkan Al Quran. Maka dengan Al Quran jugalah peradaban Islam bisa bangkit kembali.

Fenomena cinta Al Quran kembali merebak di tengah masyarakat,  berbondong-bondong para orangtua menyekolahkan anaknya di pesantren tahfidz Al Quran. Sindrom Al Quran pun turut merebak di kalangan mahasiswa. Nafa Quranic Center, salah satunya.  Sebuah lembaga tahfidz yang di kelola oleh mahasiswa di Jakarta Selatan. Target dari lembaga ini adalah mahasiswa yang berada di Jakarta Selatan, dengan mengambil konsep dari mahasiswa untuk mahasiswa, perkembangan NQC sangat cepat dan berhasil merebut minat mahasiswa.

Nafa Quranic Center hadir menjawab keinginan mahasiswa untuk belajar Al Quran, dimulai dari belajar tajwid, tahsin, tahfidz, itqon hingga pengambilan sanad Al Quran yang tersambung ke Rasulullah SAW. Lembaga yang bertujuan untuk membentuk mahasiswa ahlul Quran ini, sampai saat ini sudah melebarkan sayapnya ke beberapa kampus ternama di Jakarta Selatan seperti PNJ,  POLIMEDIA,  UPN,  dan sebagainya. Mereka belajar Al Quran setiap 2 kali dalam seminggu atau sesuai kesepakatan para mahasiswa dengan pengajarnya.

Para pengajar yang disiapkan oleh Tim NQC adalah para mahasiswa yang memiliki latar belakang Syariah, mereka berasal dari Kampus LIPIA dan Al Hikmah. Mahasiswa yang menjadi pengajar  adalah mereka yang komitmen serta memiliki perhatian terhadap Al Quran. Sebelum diterjunkan kepada para mahasiswa,  pengajar-pengajar ini diberikan pelatihan-pelatihan bekerja sama dengan lembaga tahfidz Utsmani, sehingga terlahir para pengajar yang profesional.

Salah satu program unggulan lembaga ini adalah Nafa Quranic Camp,  sebuah acara kemah yang diisi dengan Al Quran.  Program ini sukses dilaksanakan pada bulan Ramadhan kemarin. Antusiasme mahasiswa terhadap acara ini cukup baik. Sekitar 100 mahasiswa Jakarta Selatan baik laki-laki maupun perempuan berkumpul di Gedung WAMY selama 2 hari 3 malam,  mengahabiskan waktu dengan Al Quran.

Program-program selanjutnya seperti mukhoyyam itqon (memantapkan hafalan), pengambilan sanad qiro’ah dan lainnya, akan dilaksanakan tahun ini dan setelahnya. Program-program ini menggunakan banyak buku panduan seperti Matan Jazairiyah,  Revolusi menghafal Al Quran, Panduan ilmu tajwid aplikatif karya Ust Abdul Aziz Abdur Rauf dan lainnya.

Besar harapan dengan hadirnya NQC di Jakarta Selatan bisa membangkitkan kembali rasa kecintaan dan kebanggan terhadap Al Quran dan Islam.  Di mulai dari mahasiswa sebagai lapisan penting pada masyarakat hingga menyebar luas ke masyarakat umum nantinya.  Sehingga cita-cita mengembalikan peradaban Islam akan tercapai. Aamiin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *