By.  Wanda Amelia Rahma dan Ayu Lestari

 

Kelangkaan bahan bakar bensin sudah menjadi isu utama sehingga harus dilakukan pencarian bahan bakar alternatif. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral [1] menyatakan, Indonesia saat ini defisit minyak bumi 608.000 barrel per hari. Dengan kata lain Indonesia dihadapkan pada masalah krisis cadangan minyak bumi. Salah satu langkah mengatasi permasalahan tersebut adalah meminimalisir penggunaan minyak bumi. Bensin yang merupakan hasil destilasi minyak bumi akan dicampur dengan etanol yang terkandung dalam minuman beralkohol hasil sitaan polisi dan menghasilkan produk berupa biogasoline dengan perbandingan tertentu (90:10), (85:15), (80:20). Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan produk yang tidak terpakai (minuman beralkohol sitaan polisi) yang dicampur dengan bensin menjadi biogasoline yang bermanfaat memenuhi kebutuhan bensin dalam negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. pembuatan biogasoline ini akan mendukung program pembangunan berkelanjutan karena produk yang dihasilkan ramah lingkungan.

Etanol (C2H5OH) memiliki satu molekul OH dimana oksigen dapat membantu berlangsungnya pembakaran sempurna sehingga polusi udara akibat gas CO dapat direduksi. Efisiensi pembakaran pada mesin berbahan bakar etanol lebih tinggi daripada mesin berbahan bakar bensin karena biogasoline memiliki angka oktan yang lebih tinggi (research octane biogasoline = 108,6 sedangkan research octane bensin = 88). Kandungan minuman beralkohol ini terdiri dari etanol dan air. Etanol (CH3CH2-O-H) yang memiliki atom hidrogen tentu akan tertarik kuat kepada atom Oksigen dalam air (H2O) dan akan membentuk ikatan hidrogen yang kuat dan menyulitkan pemisahan etanol dan air. Selain itu, perbedaan titik didih yang tidak terlalu besar antara air (1000C) dengan etanol (780C) menyebabkan keduanya tidak dapat dipisahkan menggunakan teknik distilasi sederhana.

Penelitian ini menggunakan teknik distilasi ekstraktif menggunakan etilen-glikol. Prinsip dasar dari distilasi ekstraktif [2] adalah dengan menambahkan solvent tertentu ke dalam campuran azeotrop, tanpa menyebabkan terbentuknya titik azeotrop baru. Etilen glikol dan gliserol mengeliminasi titik azeotrop dengan memperlebar perbedaan volatilitas dari masing-masing campuran sehingga keduanya dapat terpisah.

Gambar 1. Proses Teknik Distilasi Ekstraktif

Berdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa minuman beralkohol sitaan polisi yang di dalamnya mengandung etanol dapat diolah menjadi biogasoline yang ramah lingkungan dengan menggunakan teknik distilasi ekstraktif melalui pemanfaatan etilen glikol dan gliserol sebagai pelarut.

 

Referensi

[1] Isnaini, “Indonesia Defisit Minyak Bumi 608.000 Barrel Per hari,” Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, 2014.

[2] Fessenden, Kimia Organik, Jakarta: Erlangga, 1989.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *