By. Dr. Syarifah Fadillah

 

Bertempat di aula rumah sakit Untan Pontianak, komunitas Cendekia Muda Indonesia mengadakan sebuah “Training Pasca Kampus” dengan tema “Built Your Capacity To be a Competent Graduate”. Kegiatan ini diadakan pada hari Kamis, 25 Mei 2017 pada pukul 07.30 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memparkan serta memberikan gambaran tentang membangun kompetensi diri untuk mendapatkan pekerjaan/melanjutkan studi sesudah sarjana. Terdapat lebih dari seratus orang yang menghadiri training ini, mereka berasal dari kampus yang ada di Pontianak, seperti Universitas Tanjungpura, IAIN, IKIP PGRI Pontianak, Politeknik Negeri Pontianak . Selain mahasiswa tingkat akhir (calon sarjana), para alumni kampus juga turut serta dalam agenda ini.

Ada beberapa materi yang dipaparkan, yaitu (1) pemetaan dan perencanaan karir, (2) peluang wirausaha, (3) peluang dan strategi studi lanjut, (4) pembuatan CV dan lamaran kerja.

Sesi pertama training diisi oleh Fahrurrazi yang merupakan pendiri dari lembaga kursus Sang Bintang School. Beliau menjelaskan materi tentang wirausaha. Namun sebelumnya, ia juga menceritakan tentang pengalaman jatuh bangun dalam berwirausaha dimana ia pernah berjualan koran, kehilangan semua barang bawaan, berjualan majalah, hingga pada akhirnya ia berfokus untuk mendirikan kursus.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan 6 faktor yang menjadikan seseorang pengangguran, yaitu:

  1. Ekonomi Lesu

Hal ini dikarenakan kebijakan baru monotorium PNS 5 tahun ke depan, sehingga persaingan semakin sempit dan peluang menjadi seorang pegawai semakin rendah.

  1. Overqualified Skill

Lulusan S1 lebih banyak mengganggur daripada lulusan SMA/SMK. Hal ini dikarenakan fee/gaji lulusan SMA/SMK dapat dikatakan lebih rendah dari lulusan S1. Sehingga perusahaan lebih senang mempekerjakan mereka ketimbang sarjana.

  1. Lulusan Sosial Terlalu Banyak
  2. Stupid Graduates

Banyak mahasiswa yang hanya sekedar kuliah, namun penguasaan teori nanggung, bahkan nol besar. Hal inilah yang membuat mereka sulit mendapatkan pekerjaan/ bersaing kedepannya.

  1. Tidak Punya WOW Faktor

Tidak adanya kompetensi lebih yang dimiliki (standar).

  1. Hanya Ingin lebih Baik Bukan Lebih Hebat.

Enam faktor ini berpotensi besar menjadikan seseorang tidak memiliki pekerjaan. Untuk itulah, salah satu jalan untuk tetap berpenghasilan adalah dengan menjadi seorang  wirausaha. Terdapat dua cara memulai usaha yang dijabarkan oleh Fahrurrazi, diantaranya dengan;

  1. Memiliki Produk Sendiri

Memproduksi sendiri produk dan menjualnya ke orang lain.

  1. Menjual Produk Orang Lain

Seseorang bisa menjadi reseller, dropshipper dan sebagainya.

Untuk dapat menjadi seorang wirausaha hebat, seseorang harus dapat melihat masa depan, power of kepepet, beraksi lebih cepat dan berada pada lingkungan yang hebat.

Sesi kedua training diisi oleh seorang dosen Universitas Tanjungpura, ibu Dr. Ramadhania,SE. Beliau memaparkan materi tentang pembuatan CV. CV merupakan daftar riwayat hidup atau penggambaran diri dan tidak hanya digunakan untuk kepentingan melamar pekerjaan, tetapi juga kepentingan lain seperti mengajukan beasiswa, proposal, dana hibah dan sebagainya. Karenanya, CV harus dibuat secara efektif dan menarik.

Mengapa CV harus dibuat sekarang dan harus selalu diperbarui?

  1. karena waktu cepat berlalu
  2. CV akan membantu anda mengatur hal-hal yang penting untuk karir di masa depan.
  3. menetapkan tujuan di masa depan.
  4. CV akan membantu seseorang untuk mendapatkan rekomendasi, dana hibah dan sebagainya.

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan CV adalah;

  1. Maksimal 3-4 lembar.
  2. Memasukkan pengalaman yang penting
  3. Tidak bertele-tele (singkat, namun mudah dipahami)
  4. Memasukkan riwayat pendidikan formal, non formal, pengalaman kerja dan organisasi dan prestasi.
  5. Jujur.

Tip-tip membuat CV efektif dan menarik:

  1. Rapi dan mudah dibaca.
  2. Mencakup informasi lengkap yang penting.
  3. Disajikan ringkas.
  4. Karir yang ditempuh bersifat konsisten.
  5. Karir progresif (memiliki peningkatan).
  6. Memiliki ‘achievement’.

Selain CV yang perlu dipersiapkan, seseorang juga harus mempersiapkan diri untuk wawancara. Beberapa persiapan tersebut seperti; datang tepat waktu, sarapan sebelum wawancara, menggunakan kostum yang sesuai, membawa berkas yang diperlukan, bersikap sopan serta menguasai apa yang telah tertulis pada CV serta infomasi perusahaan/institusi/pekerjaan/beasiswa yang dilamar.

Sesi ketiga bertema tentang studi lanjut di dalam maupun luar negeri. Sebelum seseorang memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, ia sebelumnya harus membuat rencana atau tujuan. Apakah rencana atau tujuan tersebut telah linier dengan peluang kerja atau usaha di masa depan, dan apakah sudah sesuai dengan passion seseorang? Hal ini penting, sebab untuk memperoleh pendidikan, tidak harus dengan cara melanjutkan kuliah, namun juga bisa dengan mengikuti kursus ataupun pelatihan yang lebih singkat waktunya.

Kalau pun seseorang ingin menempuh studi lanjut, terutama dengan beasiswa. Maka ia harus melakukan persiapan seperti meningkatkan kemampuan diri, mencari informasi serta melengkapi persyaratan. Dalam hal ini, persiapan yang paling penting adalah mempersiapkan bahasa, motivasi dan pengalaman. Biasanya, terdapat beasiswa yang ‘annual’ berulang tiap tahunnya. Sehingga, seseorang bisa terus mencoba beasiswa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *