Oleh : Firman Alamsyah

 

Lahirnya ISNET bermula dari pertemuan para akademisi, praktisi/professional, mahasiswa dan aktivis pasca sarjana Forsihimmpas di Lombok pada tanggal 9-10 April 2016 yang digagas oleh Synergi, sebuah LSM Kepemudaan di Nusa Tenggara Barat. Dari kalangan akademisi yang hadir adalah DR. Andi Tirta Rektor Universitas Teknologi Sumbawa dan mantan ketua BEM FT UI, Kamirsyah Wahyu, MPd. akademisi IAIN Mataram dan Pendiri Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Prima dan Argument di Universitas Mataram, DR. Setyabudi Indartono akademisi Universitas Negeri Yogyakarta dan Pembina FORMITT Taiwan, Husma Melati Amelia, M.Si. akademisi Universitas Tanjungpura dan Pembina UKM MIPA Sains Institute, Syahrizal Koem M.Si. akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo dan Pembina UKM Math and Science Club, M. Yusuf akademisi Universitas Negeri Jakarta dan Pembina UKM Lingkar Inspirasi, Kurniawan Nur Ramdhani, MT. akademisi Universitas Telkom, Pembina ILMY Al Fath dan juga mantan ketua BEM. Dari kalangan praktisi atau professional, hadir Firman Alamsyah, PhD peneliti Ctech Labs Edwar Technology dan Pembina Yayasan Bina Remaja Bantul, dr. Eko Nofianto, MARS birokrat di dinkes pemkab Malang dan mantan ketua BEM Universitas Brawijaya, Azrul Fadjri S.Si. manajer HRD sebuah perushaan swasta di Jakarta dan mantan aktivis BEM UI, Lalu Nofian Hadi S.Si. Pembina Synergi dan mantan Presiden UKM Gama Cendekia. Dari kalangan aktivis pasca sarjana Forsihimppas, hadir Amin Suryanto ST ketua Forsihimmpas dan aktivis Himmpas UNDIP, Aji N. Pakha ST aktivis Himmpas UGM dan Pembina Cendekia Teknika UGM.

Pertemuan ini membahas banyak hal terkait pembinaan SDM mahasiswa, pelajar dan pemuda Indonesia, kkhususnya dalam menyiapkan SDM aktivis kampus untuk masuk ke dalam dunia profesi di 3 sektor pengabdian (public, swasta/private dan LSM), menyiapkan career path bagi para pelajar untuk memasuki perkuliahan dan karir masa depan, meningkatkan soft skill pemuda desa untuk dapat berkarya mandiri dengan transfer ilmu dan teknologi, pembinaan lembaga keilmuan dan penyiapan jaringan internasional, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program community development berbasis kompetensi. Pertemuan ini juga membahas peran kampus, pemerintah, dan swasta dalam program pembinaan SDM mahasiswa, pelajar dan pemuda, baik dalam program-program yang sudah berjalan maupun peluang-peluang pendanaan yang diberikan, baik berupa hibah kompetisi maupun Corporate Social Responsibility (CSR). Setelah melakukan diskusi cukup dalam hingga malam hari, para peserat diskusi kemudian diajak bersantai dengan berwisata mengunjungi pantai Sengigi di keesokan harinya. Setelah pertemuan di Lombok, diskusi dilanjutkan di forum diskusi maya untuk menyiapkan sebuah lembaga pembinaan SDM mahasiswa, pelajar dan pemuda, dan pembinaan lembaga keilmuan kampus dan klub ilmiah sekolah, yang kemudian dinamakan ISNET (Indonesian Scholars Network). ISNET diharapkan dapat menjadi lembaga yang membina para aktivis kampus untuk siap bertarung puluhan tahun di dunia profesi dengan kompetensi yang dimilikinya, memperjuangkan idealismenya untuk membangun Indonesia menjadi negara maju dan berperadaban; membina para aktivis OSIS untuk berprestasi dan memiliki karya ilmiah dan dapat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi baik di dalam dan luar negeri; serta membina para aktivis karang taruna untuk mandiri dan ikut membangun perekonomian desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *